WikiLeaks: Bocoran Rencana AS Kuasai Dunia Lewat TPP

Oleh Tgl: November 19, 2013
2010-12-20-wikileaks

AMERIKA – WikiLeaks, situs pembocor data-data rahasia mengungkapkan satu dokumen baru yaitu rencana beberapa negara menguasai perdagangan dunia. Sedikitnya 12 negara sudah dinegosiasi untuk bergabung dalam kelompok yang disebut TPP (Kemitraan Trans-Pasifik).

TPP akan terbentuk pada akhir tahun ini. Keanggotaan baru bagi anggotanya tergantung pada negara yang bersangkutan dapat memenuhi kewajiban kesepakatan tersebut. Nantinya TPP akan membangun sebuah blok perdagangan bebas yang akan mewakili dari separuh produksi global dan 40 persen perdagangan dunia.

TPP hampir mirip dengan organisasi perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA) dimana mereka akan menghilangkan hambatan perdagangan serta penerapan standar yang ditetapkan untuk perlindungan hak intelektual. Mereka akan memperhatikan upah buruh dan lingkungan hidup.

Selain AS, negara-negara anggota lain dari TPP adalah Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chili, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura dan Vietnam.

Presiden AS Barack Obama dan mitranya dari 11 negara calon anggota lainnya telah menyetujui kesepakatan perdagangan bebas itu dalam pertemuan yang dinilai penuh dengan kerahasiaan, menurut Russia Today.

TPP ini, menurut Gedung Putih, akan mendorong naik dengan tajam pertumbuhan ekonomi negara-negara yang terlibat.

“TPP akan meningkatkan perekonomian kita, menurunkan hambatan perdagangan dan investasi, meningkatkan ekspor, dan menciptakan lebih banyak pekerjaan bagi rakyat kita, yang merupakan prioritas nomor satu saya,” kata Obama November 2011.

Kesepakatan itu, katanya, “memiliki potensi untuk menjadi model tidak hanya untuk Asia Pasifik tetapi untuk perjanjian perdagangan masa depan” dengan mengatur pasar (regulasi) dan menciptakan peluang untuk usaha kecil dan menengah di pasar global yang terus meningkat.

Beberapa berita mengenai TPP ini sebenarnya sudah muncul di media, namun sistem ‘regulasi’ yang dipakai organisasi berlawanan dengan prinsip ‘deregulasi’ yang dianut globalisasi, dan dapat mengarah pada sistem monopoli pasar dunia. (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *