Topan Terbesar Terjang Filipina, 10 Ribu Jiwa Melayang

Oleh Tgl: November 11, 2013
topan filipina2

JAKARTA – Kapal-kapal perang Indonesia yang membawa bantuan senilai US1 miliar diberangkatkan menuju Filipina. Manuver itu dilakukan menyusul instruksi presiden SBY kepada Kepala BNPB Syamsul Maarif untuk memberikan bantuan kemanusiaan tahap I.

“Sesuai dengan instruksi Presiden, Indonesia kembali kali ini akan membantu Filipina senilai hampir 1 juta Dolar Amerika untuk tahap pertama. Itu dalam bentuk logistik sebenarnya seperti genset , selimut sama air minum. Ini akan diberangkatkan dengan kapal TNI Angkatan Laut tanggal 14 November rencananya akan diberangkatkan dari Bitung. Ini sementara bantuan yang diperintahkan Presiden,” kata Dody Ruswandi, pehabat BNPB

Selain bantuan logistik, menurut Dody Ruswandi, BNPB juga telah menyiapkan personil tanggap darurat lengkap dengan tenaga medis yang sewaktu-waktu siap untuk diberangkatkan ke Filipina.

Duta Besar RI di Filipina tambah Dody, hingga kini terus mengirimkan informasi perkembangan terkini di Filipina kepada Menteri Luar Negeri RI dan Kepala BNPB.

Pemerintah Indonesia melalui BNPB pernah memberikan bantuan korban bencana ke Filipina sebanyak tiga kali. Yaitu untuk korban banjir dan longsor pada Oktober 2011 sebesar 400.000 dolar Amerika. Kemudian saat Filipina dilanda Siklon topan Washi pada Desember 2011 sebesar 500.000 dolar amerika. Dan saat terjadi Siklon Bopha/Pablo pada Januari 2013 sebesar 1 juta dolar amerika dan 2.000 ton beras, obat-obat, tenda dan selimut.

Seperti diberitakan, hampir sepekan, Filipina diterjang Topan Haiyan dan Yolanda. Topan terbesar di dunia itu diperkirakan menyebabkan kematian sedikitknya 10 ribu orang.

Hari Jumat lalu, Topan Haiyan menghancurkan sekitar 70-80 persen wilayah yang dilaluinya di Provinsi Leyte, kata Direktur Polisi Regional Elmer Soria.

Sebagian besar kematian disebabkan oleh naiknya air laut yang membawa puing-puing, mirip tsunami. Akibatnya, rumah-rumah dan orang-orang tenggelam.

Badan bencana nasional Filipina belum memastikan jumlah korban. Hari Sabtu, pemerintah memperkirakan jumlah korban sedikitnya 1.000 orang. Pada hari Minggu, dikonfirmasi, pejabat setempat menyebutkan korban meninggal diperkirakan menembus angka 10.000 ribu jiwa.

Para saksi dan pejabat menggambarkan situasi ibu kota Leyte, Tacloban porak poranda. Di kota berpenduduk 220 ribu orang dan terletak 580 kilometer di tenggara Manila itu, ratusan jenazah tertumpuk di pinggir jalan atau terjepit di bawah rumah-rumah yang rusak. (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *