Tabot, Bagian dari ‘Seribu Karnaval’ di Indonesia

Oleh Tgl: November 12, 2013
KKT Tabot

BENGKULU –  Festival Tabot yang digelar tiap tahunnya adalah bagian dari ‘seribu karnaval’ di Indonesia. Ragam pawai dan karnaval dengan segala atribut, keunikan, dan tradisi di berbagai provinsi, termasuk pawai-pawai bertema unik yang tidak bisa ditemui di negara lain.

“Kita terus memperbaiki mutu seni pertunjukan dan publikasi agar Festival Tabot di Bengkulu menjadi agenda tahunan yang dapat menyedot lebih banyak wisatawan,” kata Kadis Pariwisata Bengkulu Hasanudin, baru-baru ini.

Tabot di Bengkulu tidak jauh beda dengan festival lain di tanah air. Dia menjadi semakin magis dan menjadi daya tarik yang kuat karena diiringi musik dol yang dinamis yang mengiringi.

Seperti diketahui, di Sulawesi, Mopoyitohu Elengge, tradisi masyarakat agraris dalam menumbuk padi yang diekspresikan dengan ceria dan gembira yang sering menjadi tema pawai di Gorontalo.

Di Kalimantan Timur ada tema tari yang menyerukan kesadaran akan hutan bagi kelangsungan bumi dan manusia dan Papua Barat memiliki Tari Afo Refe, Engge, dan Selawa yang menggambarkan ritual pembelajaran bagi anak laki-laki.

Di Maluku Utara ada Tari Soya-Soya yang menggambarkan semangat perjuangan melawan penjajah di masa lalu yang juga kerap dijadikan tema pawai budaya. (***)

Sementara di DKI Jakarta, Ondel-Ondel, tarian Betawi dan musik Tanjidor sering menghiasi pawai budaya. (***)

 

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *