Tabot Anugerah Luar Biasa Bagi Bengkulu

Oleh Tgl: November 5, 2013
pembukaan tabot

BENGKULU – Meski hujan mengguyur deras sejak sore hari, namun antusiasme masyarakat untuk melihat pembukaan Festival Tabot Bengkulu 2013 tetap saja tinggi. Masyarakat tampak penuh sesak memadati area Lapangan Merdeka pada Senin Malam (4/11).

Sebelumnya, acara ini didahului dengan penyambutan Keluarga Kerukunan Tabot (KKT) di Gedung Daerah, setelah itu dilangsungkan acara pembukaan secara resmi di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu.

Acara yang dibuka langsung oleh Gubernur Bengkulu ini tampak meriah dengan pagelaran kesenian daerah dari berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Didampingi sang isteri, Hj.Honiarty, dan Wakil Walikota Bengkulu, Ir. Patriana Sosia Linda, serta pejabat SKPD lainnya, Junaidi melakukan pemukulan dol yang menandakan Festival Tabot Bengkulu 2013 resmi dibuka.

Festival Tabot Bengkulu 2013 ini nantinya akan dilaksanakan selama sepuluh hari, yakni dari tanggal 4 hingga 14 November 2014 (Tanggal 1-10 Muharam).

“Tabot adalah upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang tentang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib, yang gugur dalam peperangan di Padang Karbala”, ingat Linda.

“Festival Tabot ini nantinya akan dimeriahkan dengan berbagai lomba kesenian tradisional Bengkulu, seperti tari-tarian, lagu daerah, maupun alat musik dari berbagai kabupaten, serta perlombaan permainan rakyat seperti ikan-ikan dan telong-telong, bazar rakyat, dan lain-lain yang nantinya para pemenang akan mendapatkan hadiah menarik berupa piala, piagam, dan uang”, ujar Hasanuddin, Kadis Pariwisata provinsi Bengkulu.

Disamping itu yang tak kalah menarik adalah upacara ritual Tabot yang dilaksanakan selama sepuluh hari, mulai dari ritual mengambik tanah, duduk penja, menjara, meradai, arak penja, arak sorban, gam, Tabot naik pangkat, arak gedang, soja, dan berakhir dengan ritual Tabot tebuang di pemakaman Karabela, Tanah Patah.

Junaidi menuturkan, menurutnya Tabot merupakan sebuah anugerah yang luar biasa, yang dimiliki masyarakat Bengkulu.

“Provinsi-provinsi lain kebingungan mencari moment apa untuk mengangkat daerahnya sehingga terwujud festival. Kita punya anugerah yang luar biasa, yakni Tabot. Di dalam Tabot ada upacara ritual dengan tata cara tersendiri dan pemerintah merangkum dalam satu acara Festival Tabot, acara yang ada sejak dahulu, asli, dan bukan sengaja dibuat-buat”, tambah Junaidi.

“Kita terus benahi dan ini untuk kita ‘jual’ kepada provinsi lain, dan masyarakat bengkulu yang ada di luar untuk pulang ke Bengkulu untuk menyaksikan Festival Tabot 2013”, tutupnya. (Ran)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *