Sistem CAT: Akumulasi Nilai Tinggi, Belum Tentu Lulus

Oleh Tgl: November 11, 2013
tes cpns2

BENGKULU – Kasubid Standarisasi Dan Prosedur Sistem Rekruitmen PNS Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Drs. Porman Simatupang, MM menjelaskan meski peserta tes CPNS meraih nilai tertinggi belum bisa dipastikan lulus. Karena kriteria kelulusan peserta harus mencapai standar minimum kelulusan ketiga kategori proses seleksi atau tes.

Yakni, standar minimum kelulusan untuk TWK adalah 70 atau 40 persen. Kemudian TIU standar minimum kelulusannya adalah 75 atau 50 persen. Lalu standar minimum kelulusan TKP sebesar 105 atau 60 persen.

”Jadi meskipun setelah diakumulasikan nilai seorang peserta tes tinggi, misal di dua kategori mendapatkan nilai maksimal, tapi TWK nya cuma dapat 69 atau ada satu kategori tidak mencapai standar kelulusan minimum, peserta tersebut dinyatakan gagal, harus kesemua kategori memenuhi standar kelulusan minimum,“ terang Porman.

Sementara itu, sistem CAT ini sendiri, yang merupakan sistem baru bagi pelaksanaan tes CPNS di Provinsi Bengkulu mendapatkan reaksi yang cukup baik dari peserta tes. Bahkan banyak yang meyakini sistem CAT benar-benar bersih dan jauh dari kata-kata sogok-menyogok.

”Kalau masih pakai sistem yang lama saya pesimis bisa lulus, meski setiap tahun saya ikut tes, kalau sekarang pakai sistem yang baru saya optimis, buktinya setelah tes saya bisa langsung tahu saya mendapatkan nilai berapa,“ kata Juriani, salah satu peserta tes.

Saat ditanya apakah dirinya pernah ada upaya untuk menyogok petugas, dengan tegas Juriani membantahnya. ”Kalau saya nyogok sudah dari dulu saya diterima jadi PNS,“ ujar Juriani.

Memang pada pelaksanaan tes CPNS kali ini, di lokasi tes disediakan 1 unit televisi berlayar lebar. Melalui televisi tersebut, peserta dapat mengetahui perolehan nilainya secara langsung. (gue)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *