Kenaikan Harga Emas Picu Inflasi di Bengkulu

Oleh Tgl: November 6, 2013
investasi-emas

BENGKULU – Berdasarkan data yang diterima dari Bank Indonesia (BI), menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu pada triwulan ke-II tahun 2013 melambat. Menjadi 5,08 persen dari triwulan sebelumnya sebesar 5,63 persen.

Kepala Divisi Asesmen Transmisi Moneter dan Sektor Keuangan Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dr. Piter Abdullah mengatakan, dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Rafflesia ditopang oleh konsumsi rumah tangga (RT) dan investasi. Sementara konsumsi pemerintah dan ekspor mencatat perlambatan pertumbuhan yang signifikan.

Dari sisi lapangan usaha, perlambatan pertumbuhan ekonomi triwulan II terutama terjadi pada sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Hanya sektor industri pengolahan, sektor angkutan dan komunikasi, serta jasa-jasa yang mencatat percepatan pertumbuhan.

Selanjutnya dari sisi inflasi Piter menambahkan, pada September 2013, inflasi di Provinsi Bengkulu mereda mencapai 0,33 persen (mtm) atau 9,54 persen (yoy), hal ini sejalan dengan inflasi yang terjadi di tingkat nasional.

Inflasi disebabkan oleh peningkatan harga komoditas kelompok inti, yakni komoditas makanan jadi dan komoditas bukan makanan, khususnya emas perhiasan. Sementara komoditas volatile food mengalami deflasi akibat koreksi harga pada beberapa komoditas pangan.
”Sejalan dengan nasional, masyarakat Bengkulu mengekspektasikan kenaikan harga dan hingga September 2013, inflasi Bengkulu masih berada di atas inflasi nasional dan di kawasan Sumatera,“ papar Piter. (gUE)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *