Rusuh Sidang Pilkada Bisa Didiskualifikasi

Oleh Tgl: November 15, 2013
mahkamah kostitusi

JAKARTA – Melakukan penghinaan terhadap pengadilan (contempt of court), Mahkamah Konstitusi (MK) disarankan untuk melakukan langkah tegas guna menjaga wibawa penegakan hukum di tanah air, sekaligus agar tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari.

Demikian ditegaskan pakar hukum tata negara Imam Putra Sidin menanggapi kerusuhan yang terjadi saat sidang atas perselisihan hasil pemilihan umum kepala daerah Maluku, di Mahkamah Konstitusi, kemarin.

Kejadian tersebut kata Imam bisa menjadi ancama bagi seluruh calon kepala daerah.Irman sendiri mengaku sangat menyayangkan tindakan anarkis yang dipertontonkan pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur provinsi Maluku saat menyerbu ruang sidang yang sedang berlangsung.

Dia menilai agar dengan kejadian tersebut, MK bisa lebih tegas, percaya diri  agar MK bisa segera bisa memulihkan kepercayaan publik. (***)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *