Pelarangan Ekspor Bahan Mentah Tetap Diberlakukan Tahun Depan

Oleh Tgl: November 25, 2013
mineral

JAKARTA –  Walau dianggap kontroversial, pemerintah Indonesia akan terus melaju dengan kebijakan pelarangan ekspor bahan mineral mentah dan kewajiban membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) mineral mulai tahun depan.

“Hilirisasi merupakan ide masa depan. Kalau cuma ekspor nikel atau bahan mentah, kita cuma jadi negara tambang. Padahal kita ingin jadi negara industri berbasis pertambangan, pertanian dan lainnya,” terang Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Subang, Senin (25/11).

Beberapa pihak menyatakan mendukung rencana tersebut. Salah satunya adalah Natsir Masyur, Direktur Utama PT Indosmelt. Dalam keterangan persnya, Natsir mengatakan, bahan baku yang diimpor untuk kebutuhan industri hilir mencapai 80% dari jumlah industri hilir yang ada di tanah air. Hilirisasi tersebut mencakup komoditas emas, alumunium, nikel, besi, dan mineral lainnya.

Natsir menambahkan, pemerintah sudah tepat menentukan langkah pembangunan industri smelter. Apabila ada variasi industri smelter menurutnya itu tergantung dari jenis mineral logam yang akan diproduksi. “Bukan hal sulit membangun industri smelter asalkan pemerintah memiliki kejelasan, ketegasan, dan konsisten terhadap aturan pembangunan industri smelter,” ujarnya. Ketegasan diperlukan karena pembangunan industri semacam ini memerlukan investasi besar yang bisa bertahan dalam jangka panjang.

Potensi Minerba Indonesia yang cukup besar, menurut Natsir, menjadikan negara ini berpeuang mwnjadi produsen tambang yang telah diolah untuk menyuplai kebutuhan dunia. “Misalnya, tembaga yang nenjadi produk akhir katoda dan emas untuk cadangan devisa nasional dan ekspor. Perbandingan cadangan devisa emas di Bank Indonesia (BI) hanya 90 ton, Amerika 4.000 ton, dan China 3.500 ton,” ujarnya.

Produk aluminium, nikel serta besi juga berpeluang untuk menyuplai kebutuhan dunia. Lebih lanjut lagi ia berharap, tahun depan dapat menjadi titik kebangkitan Indonesia di bidang industri pengolahan hasil Minerba melalui pembangunan smelter agar ekspor tanah air selama tiga puluh tahun ke depan dapat teratasi. (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *