Pasar Malam Tabot Terbesar se-Sumatera

Oleh Tgl: November 8, 2013
pasar tabot

BENGKULU – Kemeriahan Festival Budaya Tabot 2013 masih terus berlangsung. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, ratusan penggiat ekonomi dari berbagai daerah di Indonesia berdatangan untuk “mencicipi” berkah Tabot 2013 ini. Mereka ada yang datang dari Lampung, Jambi, Palembang, Padang, bahkan banyak yang berasal dar luar Sumatera, seperti dari Bandung.

Jika lokasi berdagang mereka strategis, pengelolaan ajang tahunan itu profesional, biaya sewa terjangkau, dipastikan semakin banyak lagi peserta yang datang. Untuk urusan pasar malam dalam skala besar, Pemerintah Provinsi Bengkulu boleh mencontoh pasar malam sekaten di Jogjakarta. Di sana hampir ribuan pedagang dengan berbagai stand, atraksi, hiburan, makanan berbaur jadi satu. Kegiatannya hampir sama, jika di Bengkulu bertepatan dengan tanggal 1 muharam, jika di jogja memperingati Nuzulul Quran.

Di Bengkulu, pasar malam Tabot digelar di lapangan Merdeka. Sebenarnya, kurang luas untuk ukuran pasar malam yang semakin tahun terus bertambah pesertanya. para pedagang yang datang membawa berbagai barang kerajinan yang siap dijual tampak berhimpitan dan semrawut. Beragam produk rumah tangga hingga kesenian tradisional ditampilkan pada stand-stand bazar di Lapangan Merdeka terkesan kurang maksimal.

Namun demikian, keterbatasan tempat tidak mempengaruhi semangat peserta pasar malam. Satu dari antaranya yang terus eksis dari tahun ke tahun adalah stand bazar gerabah dari daerah Bandung. Mereka mengaku sengaja datang ke Bengkulu untuk ikut serta dalam Festival Budaya Tabot 2013.

“Kami memang sengaja ke sini mau meramaikan Tabot. Tiap tahun kami selalu datang membawa barang dagangan kami, ya seperti gerabah-gerabah ini. Kami bawa dengan model yang berbeda-beda. Model-model terbaru”, ujar Suparti, salah satu pedagang gerabah dari Bandung.

Para pedagang gerabah ini sampai di Bengkulu sejak tanggal 5 November 2013, atau di malam kedua Festival Tabot. Sekitar enam puluh jenis gerabah dibawa menggunakan mobil truk besar. Dari setiap penyelenggaraan Festival Budaya Tabot di Bengkulu ini, mereka mengaku selalu mendapatkan untung besar.

“Alhamdulillah kami selalu untung di sini, makanya selalu ikut Festival Tabot. Disini yang paling laris yang kecil-kecil, seperti celengan, karena motifnya variatif, anak-anak suka motif kartun. Tapi banyak juga yang berminat pada hiasan dinding dan vas bunga”, tambah Unang yang juga penjual gerabah. (Ran)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *