PAD 2014 Diproyeksi Rp1,8 Triliun, Paripurna Hanya Dihadiri 28 Dewan

Oleh Tgl: November 4, 2013
paripurna dewan

BENGKULU – Diperkirakan pendapatan daerah Provinsi Bengkulu untuk tahun 2014 sebesar Rp 1.805.515.620.108  triliun, meliputi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 532.938.108.948 miliar, dana perimbangan sebesar Rp 1.074.576.600.701 triliun dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp 198.000.910.459 miliar.

Demikian disampaikan Gubernur Provinsi Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd pada rapat paripurna DPRD Provinsi Bengkulu dengan agenda penyampaian nota keuangan rancangan APBD Provinsi Bengkulu 2014, yang hanya dihadiri 28 orang dari jumlah keseluruhan perwakilan rakyat sebanyak 45 dewan.

Gubernur melanjutkan, untuk belanja daerah untuk tahun 2014 dianggarkan sebesar Rp 1.817.970.936.661 triliun . Meliputi belanja tidak langsung sebesar Rp 866.173.856.861 miliar. Hal utama dalam belanja tidak langsung adalah belanja gaji dan tunjangan PNS sebesar Rp 471.783.054.034 miliar.

Belanja BOS dan hibah kepada badan, lembaga, organisasi agama dan kemasyarakatan sebesar Rp 220.379.010.000 miliar. Belanja bagi hasil tahun anggaran 2014 kepada kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu sebesar Rp 149.066.994.827 miliar.

Belanja bantuan keuangan kepada kabupaten/kota guna mendukung program pembangunan di daerah termasuk bantuan untuk partai politik sebesar Rp 14.944.798.000 miliar dan belanja tidak terduga yang dicadangkan untuk penanggulangan keadaan darurat dan tidak terduga lainnya sebesar Rp 10 miliar.

Sedangkan belanja langsung, lanjut gubernur, yang dianggarkan terkait langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan SKPD di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu sebesar Rp 951.797.079.800 miliar. Dengan rincian belanja pegawai sebesar Rp 102.404.589.600 miliar, belanja barang dan jasa sebesar Rp 570.627.232.664 miliar, belanja modal Rp 278.765.257.536 miliar.

”Pengalokasian anggaran pada belanja langsung dalam rangka peningkatan pembiayaan dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur daerah, perekonomian masyarakat dan pelayanan publik. Termasuk anggaran untuk embarkasi haji, HPN 2014, serta pembayaran kewajiban pemerintah provinsi kepada pemerintah kabupaten/kota,“ kata Gubernur Bengkulu, pada saat rapat paripurna, Senin, 4 November 2013.

Seterusnya, pembiayaan daerah juga terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaraan pembiayaan. Dimana penerimaan pembiayaan sebesar Rp 25 miliar serta pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 12.544.683.447 miliar yang diperuntukan sebagai penyertaan modal untuk PT Bank Bengkulu sebesar Rp 12.044.683.447 miliar dan penambahan penyertaan modal Provinsi Bengkulu pada PT Asuransi Bangun Askrida sesuai dengan Perda Nomor 11 Tahun 2006 tentang penyertaan modal daerah sebesar Rp 500 juta.

”Dengan pertimbangan sejak tahun 2006 pemerintah provinsi belum pernah melakukan penambahan modal, dimana penyertaan modal sampai saat ini hanya sebesar Rp 30 juta dengan deviden sebesar Rp 9.477.876 juta,“ demikian Gubernur Bengkulu. (gUE)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *