MoU KPU – Lemsaneg Belum Jelas

Oleh Tgl: November 14, 2013
kpu3

JAKARTA – Kerjasama antara Komisi Pemilihan Umum dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) masih belum jelas karena harus menunggu penetapan Peraturan KPU (PKPU) Pemungutan dan Penghitungan Suara.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat Husni Kamil Manik mengungkapkan, pihaknya masih menunggu diskusi apakah akan menggunakan atau tidak informasi dalam rekap suara hasil pemungutan suara, dan hal itu akan diatur di PKPU.

DPR sendiri merekomendasikan agar mengkaji ulang MoU KPU – Lemseneg agar mendapatkan hasil yang bermanfaat bagi semua pihak. DPR juga merekomendasikan KPU untuk membentuk konsorsium terkait penggunaan teknologi informasi pengamanan data jika diperlukan.

“Jika memang penggunaan teknologi informasi diperlukan, maka Lemsaneg dapat menjadi salah satu dari anggota konsorsium tersebut,” ujar Husni.

Sementara itu dalam draf PKPU tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara, baru dijelaskan mengenai mekanisme laporan salinan sertifikat Penghitungan Suara (Model C1) melalui pesan singkat atau “Short Message Service” (SMS).

Satu hari setelah tanggal pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS, KPPS mengirimkan isi salinan sertifikat Penghitungan Suara (Model C1) untuk DPR dan DPD melalui SMS kepada KPU Pusat. (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *