Mobil Murah, Jokowi dan SBY

Oleh Tgl: November 6, 2013
jokowi dan sby

JAKARTA – Popularitas Partai Demokrat dalam beberapa survey terus merosot. Demikian pula dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden SBY. Sementara sebaliknya, Jokowi, Gubernur DKI Jakarta yang juga jagoan PDIP  terus meroket popularitasnya.

Jokowi populer lewat dua isu nasional waktu itu. Pertama, saat dia ‘melawan’ Gubernur Jawa Tengah waktu Bibit Waluyo dengan menolak pembangunan mall di Solo yang mengorbankan sebuah bangunan bersejarah. Kedua, lewat Asemka, mobil buatan anak-anak STM di Solo yang sekarang tidak jelas nasibnya.

Kini hal yang sama juga dilakukan Jokowi saat ‘melawan’ SBY dengan kebijakan mobil murah yang sudah berseliweran di ibukota. Dia menganggap mobi murah akan menambah macet Jakarta, yang tengah coba diurai oleh Jokowi lewat moda transportasi massal.

Sementara SBY sendiri saat disindir oleh para pemimpin ASEAN tentang kemacetan Jakarta, melempar masalah itu kepada penguasa Jakarta yang tak lain adalah Jokowi.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelihat Harapan Profesor Tjipta Lesmana menilai ada motif politik di balik peluncuran program mobil murah oleh pemerintah, setidaknya untuk pencitraan Partai Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono.

Kebijakan itu terkait Pemilu 2014 untuk pencitraan SBY. Program Beras untuk Rakyat Miskin dan Bantuan Sosial sudah diluncurkan lalu sekarang mobil murah untuk golongan menengah.

Tjipta mengatakan pencitraan itu ditujukan agar masyarakat mendukung Partai Demokrat yang dicitrakan memperhatikan kepentingan masyarakat. Selain itu, menurut dia, kebijakan itu juga untuk menjegal langkah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk maju dalam Pilpres 2014.

Kebijakan itu akan menjegal Jokowi karena menambah kemacetan ibu kota, sedangkan dia (Jokowi) sedang fokus menciptakan transportasi massal.

Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat DPR RI Nurhayati Assegaf mempertanyakan penolakan Jokowi terhadap mobil murah yang diteken SBY.

“Saya sedih Pak Jokowi larang mobil murah di Jakarta tetapi Pak Jokowi kan masuk lewat mobil Esemka,” kata Nurhayati.

Mobil murah buatan anak-anak muda di Solo yakni Esemka dipopulerkan Jokowi sebelum mencalonkan gubernur DKI Jakarta.

“Waktu itu Pak Jokowi naik mobil Esemka. Bukankah mobil Esemka juga mobil murah? Kenapa Pak Jokowi menolak mobil murah di Jakarta,” kata Nurhayati.

Menurut Nurhayati jika kekhawatiran Jokowi mobil murah akan menambah kemacetan Jakarta bukan alasan tepat. (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *