Konflik Tapal Batas Mukomuko Memanas

Oleh Tgl: November 16, 2013
rapat paripurna

BENGKULU – Konflik tapal batas (Tabat) Kabupaten Mukomuko dengan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kabarnya tengah memanas. Setelah adanya warga yang berada di daerah perbatasan ditangkap pihak kepolisian Sumbar. Bahkan ada juga yang areal perkebunannya diporak-porandakan.

Karenanya, pada lanjutan rapat paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Jumat, 15 November 2013, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Heri Alfian mengingatkan kembali kepada Pemprov Bengkulu untuk serius menangani permasalahan tabat.

”Terkait tabat, saya mengingatkan agar pemprov segera menanganinya, masalah ini sudah berlarut-larut, sejak lama telah dibahas secara bersama-sama, namun belum ada kejelasan mengenai tabat,“ kata Heri.

Ia menambahkan, sudah berpuluh-puluh tahun permasalahan itu tidak pernah ada penyelesaian. Heri juga seperti meragukan kredibilitas Bupati Mukomuko saat ini yang terkesan melakukan pembiaran terhadap warganya yang telah ditindas. Untuk itu, ia meminta pemprov segera terjun langsung ke Mukomuko, melihat secara langsung kondisi terkini, yang kemudian menentukan langkah strategis terhadap permasalahan ini.

Mengenai konflik tabat, sebelumnya Wakil Gubernur Bengkulu Sultan Bachtiar Najamuddin (SBN) mengatakan, penyelesaian tabat telah difasilitasi tim tabat pusat. Namun memang belum ada kesepakatan bersama antara Pemprov Bengkulu dan Pemprov Sumbar. Sehingga permasalahan tabat diserahkan penyelesaiannya kepada tim tabat pusat dan pemprov tengah menunggu hasil keputusannya. (gue)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *