Jangan Takut Tak Bisa Nyoblos Kalau Ada KK

Oleh Tgl: November 16, 2013
parpol dan kpu

JAKARTA – Rupanya kisruh DPT nasional Pemilu 2014 mengusik Mendagri Gamawan Fauzi untuk terus mengupayakan agar pemilih yang NIK-nya tidak valid untuk mendapatkan nomor induk. Terakhir, Mendagri mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada dinas kependudukan dan catatan sipil di daerah mencarikan NIK kepada pemilih.

” Jika ada pemilih yang hanya dapat menunjukkan administrasi kependudukan berupa kartu keluarga (KK) versi lama, pihaknya dapat mencarikan NIK bagi yang bersangkutan, ” ujar Mendagri Gamawan Fauzi di Jakarta, Jumat (15/11/2013).

Sementara bila ditemukan KK  tapi belum ada NIK pemerintah harus mencarikannya sebab setiap KK pasti ada NIK-nya. Begitu juga kepada pemilih yang pindah domisili, tetapi hanya punya KTP daerah asal. Namun, kata Gamawan, yang bersangkutan harus menentukan lokasi memilih pada hari H pemungutan suara nanti.

Seperti diketahui beberapa pihak menyalahkan Kemendagri atas ketidakvalidan NIK jutaan pemilih itu. Di sisi lain, pemerintah menolak disalahkan terkait kisruh daftar pemilih. Data kependudukan yang sudah diserahkan Kemendagri sebagai bahan untuk memutahirkan data pemilih disebut Mendagri Gamawan Fauzi sudah sangat akurat.

Kemendagri sudah memberi nomor induk kependudukan (NIK) kepada 251 juta warga. Pemerintah telah menyerahkan 190 juta data dalam daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) kepada ke Komisi Pemilihan Umum. Data itu terdiri dari 175 juta data hasil perekaman e-KTP dan 15 juta lainnya data penduduk potensial pemilih pemilu, tetapi belum merekam e-KTP. (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *