Kacung Wacanakan Museum Tabot

Oleh Tgl: November 12, 2013
foto tabot

BENGKULU – Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Prof Kacung Marijan, Selasa (12/11) mewacanakan kepada pemerintah Provinsi Bengkulu untuk membuat Museum Tabot. Alasannya, perhelatan itu digelar setiap tahun itu penting untuk diketahui sejarahnya oeh masyarakat luas.

Festival Tabot, kata Kacung adalah simbol-simbol budaya yang perlu diperkuat keberadaanya. Untuk itu ada baiknya pemerintah daerah mendirikan museum Tabot agar simbol kebudayaan itu tidak hilang dapat diakses luas masyarakat.

Festival ini dihelat  masyarakat Bengkulu untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad yaitu Imam Husein bin Ali bin Abu Thalib. Acaranya akan berlangsung bertepatan pada 1- 10 Muharram .

Setiap tahun, acaranya dipusatkan di depan rumah kediaman Gubernur Bengkulu, tepatnya di lapangan Polres Bengkulu.

Festival ini dimeriahkan pertunjukan seni, pasar, pameran kriya, serta aneka lomba seperti lomba. Seperti  rebana, tari tabot, dan beragam acara seni lainnya. Selain itu tabot yang terbuat dari bambu akan dihiasi unik dengan kertas warna-warni.

Festival Tabot dimulai dengan menggelar prosesi pengambilan tanah dari pantai untuk kemudian ditempatkan dalam replika keranda Imam Husein.  Berikutnya diiringi lantunan musik tradisional maka puluhan tabot tersebut akan diarak mengelilingi kampung-kampung di Bengkulu.

Tabot ditemani suara alat musik dol yang berbentuk tambur bulat terbuat dari akar bagian bawah pohon kelapa. Perayaan ini layaknya parade kendaraan hias dimana prosesi akhir adalah pembuangan tabot di Karbela yaitu sekitar 3 km dari lokasi festival.

Pada Rabu pekan ini Tabot akan ditutup setelah rangkaian acara festival tuntas dimainkan. (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *