Junaidi: Kondom Banyak Rasa dan Aroma, Tapi…

Oleh Tgl: November 6, 2013
IMG_3255

BENGKULU – Alat kontrasepsi kondom tidak begitu efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan, yang kemudian berdampak pada berkurangnya jumlah pertumbuhan penduduk. Senada, hal yang sama juga diutarakan Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd. ”Kondom kurang efektif mencegah kehamilan meski banyak rasa atau aroma,“ kata Junaidi, Rabu, 6 November 2013.

Selanjutnya Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Prof. Dr. Fasli Jalal, PhD, SP.GK menginformasikan, 80 persen masyarakat Indonesia ikut program KB jangka pendek. Seperti menggunakan alat kontrasepsi kondom, pil dan suntik. Padahal hasil penelitian mengatakan, kegagalan penggunaan pil sebesar 40 persen. Sementara suntik, 1 dari 4 peserta KB mengalami kegagalan.

”Metode yang terbaik adalah program KB jangka panjang, yaitu IUD atau spiral dan implan,“ kata Fasli Jalal.
Implan adalah alat kontrasepsi yang berbentuk batang terbuat dari silastik yang berisi hormone golongan progesterone yang dimasukkan di bawah kulit lengan kiri atas bagian dalam.

”Kalau kita bisa arahkan kedua alat kontrasepsi tersebut, ibu-ibu yang pakai implan tidak perlu ke dokter spesialis, implan menaruh sejumlah hormon di bawah kulit dan terjamin mencegah kehamilan hingga 3 tahun, dengan tingkat kegagalan sebesar 0,9 persen,“ terang Fasli Jalal. (gue)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *