IDI Bengkulu Gelar Aksi Solidaritas Untuk Dokter Ayu

Oleh Tgl: November 27, 2013
idi

BENGKULU – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Bengkulu bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran UNIB menggelar aksi solidaritas di Simpang Lima Kota Bengkulu, Rabu, 27 November 2013.

Aksi tersebut bertujuan sebagai bentuk dukungan moril terhadap dokter yang divonis melakukan malpraktik di Manado, Sulawesi Utara.

“Dokter Dewa Ayu dan Hendry Simanjuntak diperlakukan tidak manusia, seperti penjahat berat. Untuk itu kami menggelar aksi solidaritas,” kata Ketua IDI Provinsi Bengkulu Hamzah.

Ditegaskannya, pelayanan kedokteran mengutamakan upaya atau inspanning verbitenis. Bukan pada hasil (resultaat verbintenis). Karena kesembuhan merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Setiap dokter juga terikat kepada sumpah dan kompetensi. Jadi tidak ada dokter yang berniat jahat atau mencelakakan pasiennya. “Hal inilah yang membuat dokter tidak boleh dikriminalisasi,” terang Hamzah.

Mencuatnya kasus vonis penjara terhadap dokter Dewa Ayu Sasiary Prawan, 38 tahun, beserta dua koleganya menyedot perhatian masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya argumen siapa yang benar? Apakah argumen keluarga korban yang dikabulkan oleh Mahkamah Agung atau argumen para dokter, pengurus Ikatan Dokter Indonesia, yang juga diamini oleh Pengadilan Negeri Manado. Kasus dokter Ayu dan kawan-kawan berawal dari mening­galnya pasien yang mereka tangani, Julia Fransiska Maketey, di Rumah Sakit R.D. Kandou Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, pada 10 April 2010.

Keluarga Julia menggugat ke pengadilan negeri. Hasilnya, Ayu dan kedua rekannya dinyatakan tidak bersalah. Namun, di tingkat kasasi, ketiga dokter itu divonis 10 bulan penjara. (gue)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *