Hipnotis Tabot Tebuang Masih Ada

Oleh Tgl: November 15, 2013
tabot tebuang

BENGKULU – Menginjak tanggal 10 Muharam yang jatuh pada hari Kamis (14/11), Keluarga Kerukunan Tabot (KKT) Bengkulu gelar ritual terakhir, yakni ritual Tabot Tebuang.

Ritual Tabot Tebuang ini dilepas langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan B. Najamuddin, dan Wakil Walikota Bengkulu, Ir. Patriana Sosia Linda di pelataran Gedung Daerah Provinsi Bengkulu.

Ribuan massa dari dalam maupun luar daerah Provinsi Bengkulu tampak hadir menyaksikan event terbesar se-Provinsi Bengkulu ini. Bahkan mereka rela berdesak-desakan maupun berpanasan di pinggir jalan hanya demi melihat sosok bangunan Tabot yang hendak dibuang sekaligus mengiringnya sampai ke Karabela.

Ritual Tabot Tebuang dilaksanakan di pemakaman Karabela, yang merupakan makam leluhur mereka, yakni Imam Senggolo. Sebelum Tabot Tebuang, dua genggam tanah yang diambil saat ritual Mengambik Tanah dikembalikan lagi ke tanah, yang merupakan simbolisasi dari ekspresi membuang keburukan dan kesombongan dalam diri manusia.

Di tengah terik matahari yang kian membakar, masyarakat tampak tak peduli. Tabot berhasil menghipnotis masyarakat Bengkulu untuk berbondong-bondong meninggalkan rumah, menjadikannya sekaligus sebagai ajang rekreasi bersama keluarga.

“Saya mengikuti betul, terlihat tidak ada kesan menurunkan semangat dari Keluarga Kerukunan Tabot (KKT) untuk meninggalkan ritual tahunan ini. Saya berjanji, bersama Gubernur dan juga Walikota, dan seluruh aparat pemerintahan, kalau tahun-tahun kemarin masih banyak kekurangan dan kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan event tahunan ini, di tahun berikutnya kita akan buat lebih meriah dan lebih baik lagi”,janji Sultan.

Dengan berahirnya ritual Tabot Tebuang ini, maka berakhir pula seluruh rangkaian prosesi ritual dan Festival Tabot Budaya Bengkulu 2013.(Ran)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *