Enam Pertanyaan Mendasar Soal Century

Oleh Tgl: November 24, 2013
kasus century

JAKARTA – Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo, Minggu (24/11) setidaknya mengajukan enam pertanyaan mendasar atas pernyataan Wakil Presiden Boediono yang kemarin diperiksa KPK. Pertanyaan itu

Pertama Bambang mempertanyakan bagaimana Boediono bisa menjelaskan bahwa Jusuf Kalla alias JK yang ketika itu selaku pelaksana tugas Presiden tidak dilaporkan mengenai pembahasan bail out.

Kedua, bagaimana menjelaskan keterangan Sri Mulyani kepada JK bahwa dia tertipu oleh BI? Ketiga, Belum lagi penjelasan Robert Tantular bahwa pihaknya tidak pernah mengajukan FPJP dan meminta di-bail out karena sudah ada negosiasi dengan pihak ketiga. Keempat, kebutuhan Bank Century hanya Rp 1 Triliun menurut pengakuan Robert Tantular.

Kelima, bagaimana juga dengan laporan Sri Mulyani dalam tiga suratnya kepada Presiden SBY menjelaskan posisinya dalam pengambilan kebijakan bail out Bank Century yang janggal itu.

Keenam, pertanyaan yang bisa menggugurkan alasan berdampak sistemik yang disampaikan Boediono mengingat bank tersebut berskala kecil dan pinjaman antar-banknya pun hanya 0,03 persen.

Dia menilai pernyataan Boediono kepada KPK tidak sesuai fakta.  Dari awal, data yang disampaian adalah data tidak benar. “Sampai-sampai Menteri Keuangan Sri Mulyani selaku ketua KSSK saat itu sangat marah karena apa yang disajikan padanya tidak akurat, “kata Bambang

Sri Mulyani, lanjutnya, mempertanyakan bagaimana ceritanya keputusan yang ditandatanganinya dari Rp 632 miliar tiba-tiba dalam dua hari di Sabtu-Minggu membengkak pada hari Seninnya menjadi Rp 2,5 triliun. Pada akhirnya dalam hitungan bulan menjadi Rp 6,7 triliun. (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *