Eko Agusrianto: Aktivis Kampus Sukses Jadi Birokrat

Oleh Tgl: November 7, 2013
eko perhubungan 2

BENGKULU – Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Bengkulu Drs. Eko Agusrianto, yang lahir di Pagar Alam Sumatera Selatan, 15 Agustus 1965 silam, merupakan birokrat yang sukses lantaran aktif di berbagai organisasi. Yang dimulai saat terpilih dan diamanahkan menjadi Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMU BPI Bandung Jawa Barat. Sebelumnya, Eko menempuh pendidikan di SDN 6 Pagar dan SMPN 1 di Kota Pagar Alam.

Dinilai sukses sebagai Ketua OSIS, Eko diminta Majelis Permusyawaratan Kelas untuk menjadi Sekjend Ikatan Keluraga Osis (Ikosis) se-Bandung, kemudian di bidang prestasi menjadi siswa teladan di Bandung pada tahun 1984. Lantaran berprestasi di sekolah, Eko melanjutkan pendidikan untuk kuliah melalui jalur Penelusuran Minat dan Bakat (PMDK) masuk ke IPB tanpa tes. Semasa kuliah di IPB, Eko juga menggeluti organiasi di internal kampus yaitu menjadi Ketua 1 Senat Mahasiswa IPB dan aktif di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) HMI Cabang Bogor serta aktif di Lakmi (Lembaga Pers Mahasiswa Islam).

Diceritakan Eko, lantaran terlalu aktif di organisasi kuliahnya menjadi terbengkalai, yang akhirnya ia pindah kuliah Universitas Merdeka Malang Jurusan Administrasi Negara dan menyelesaikan studinya pada tahun 1989. ”Waktu itu saya meraih predikat wisudawan terbaik oleh dan diminta mengabdi di kampus dengan menjadi dosen, tapi karena permintaan orang tua berbeda, saya lebih memilih pulang kampung ke Palembang,“ kata Eko.

Di Palembang, Eko pun sempat mengajar di Taman Siswa dan menjadi dosen di Fakultas Fisipol Candra Dimuka. Selanjutnya, Eko mencoba peruntungan sebagai wartawan. Karena pada tahun 1988, ada lowongan pekerjaan Media Sumatera Ekspress, yang saat itu media tersebut berada dibawah pimpinan Surya Paloh.

Di media itu, Eko bahkan sempat memegang jabatan redaktur halaman opini. Namun dikarenakan tahun 1990-1991 Sumatera Ekspres bubar, karir jurnalis Eko berlanjut menjadi koresponden Media Indonesia di Bengkulu.

”Di Media Indonesia saya sempat ditawari untuk di tarik ke Jakarta, tapi karena sudah berkeluarga, bekerja di Media Indonesia tidak terlalu lama. Apalagi ada pembukaan tes CPNS untuk lulusan sarjana dan ikut mendaftar, tahun 1993 saya diangkat menjadi PNS di Bengkulu,“ papar Eko.

Pertama kali, Eko ditempatkan di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu, lalu dipromosikan menjadi Kaur Perencanaan. Kemudian menjadi staf Gubernur Provinsi Bengkulu waktu itu. ”Saya menjadi staf Gubenur Pak Adjis Ahmad tahun 1997, kemudian Pak Gubernur Andi Jalal, Pak Seman dan  Pak Hasan Zen. Kemudian menjabat Kasubag Tata Usaha dan merangkap ajudan Pak Salman Rupni tahun 1994,“ ungkapnya.

Selanjutnya di masa kepemimpinan Agusrin Najamuddin, Eko dipromosikan menjadi Kabag Protokoler Setda Provinsi Bengkulu, lalu diangkat menjadi Sekretaris  Dispenda Provinsi Bengkulu selama 2 tahun. Kemudian pada tanggal 19 Juni 2012 lalu oleh Gubernur Bengkulu Defenitif H. Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd, Eko diberi kepercayaan menjabat Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informastika Provinsi Bengkulu hingga saat ini.

Motto hidup Eko adalah dalam setiap tindakan harus butuh seni. Dalam hidup, kemampuan memelilhara perubahan di tengah keteraturan dan memelihara keteratuan di tengah perubahan harus bisa dilakukan. Hal ini juga harus diimplementasikan dengan mengunakan seni memimpin. Bisa mengayomi, berkoordinasi dan membangkitkan semangat serta memberikan masukan yang revelan sesuai tuntutan pembangunan dan harus peka terhadap perkembangan zaman.

”InsyaAllah kita bisa meraih kesuksesan dan kita harus berani bermimpi. Dengan mimpi inilah kita bisa menjadi semangat untuk meraih yang kita inginkan,“ demikian Eko Agusrianto. (gue)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *