Dinilai Boros, BPK Perlu Segera Audit KPU

Oleh Tgl: November 12, 2013
kpu3

JAKARTA –Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diharapkan segera melakukan audit terhadap kegiatan KPU terutama yang berkaitan dengan penganggaran untuk mencegah penggunaaan anggaran yang tidak perlu.

Demikian ditegaskan Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampow menyinggung pola penganggaran penyelenggara pemilu yang dinilai sangat boros. Secara spesifik dia menyebutkan tindakan komisioner KPU yang melakukan sosialisasi pemilu luar negeri ke-10 negara.

Menanggapi hal itu, komisioner KPU Hadar Nafis Gumai, Selasa (12/11) mengungkapkan bahwa pihaknya akan memberikan bimbingan teknis kepada PPLN agar mereka tahu secara persis apa yang mereka lakukan setelah Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri ditetapkan.  Karena pemungutan di luar negeri dlakukan terlebh dulu.

Setidaknya 10 negara di dunia dikunjungi komisioner KPU, Sekjen KPU, dan beberapa kepala biro hingga 21 November nanti.Yakni Sidney (Australia), Los Angeles (Amerika Serikat), Meksiko, Madrid (Spanyol), Moskow (Rusia), Rabat (Maroko), Bangkok (Thailand), Tokyo (Jepang), dan Kenya.

Pembagian kerja dilakukan berotasi antara tujuh komisioner.Kunjungan dilakukan mulai 6 November hingga 21 November nanti di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tersebut. Dengan estimasi dua hari kunjungan di setiap negara. (***)

 

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *