BPOM Terus Awasi Kualitas Industri Makanan Rumahan

Oleh Tgl: November 19, 2013
sultan-dian

BENGKULU – BPOM Provinsi Bengkulu menggelar rangkaian acara mengenai pemberdayaan masyarakat peduli keamanan pangan. Bertujuan guna memberikan pemahaman pangan yang layak dikonsumsi. Selain dihadiri jajaran BPOM, acara ini juga dihadiri Anggota DPR RI Dr. Hj. Dian A. Syakhroza dan resmi dibuka oleh Wagub Bengkulu Sultan Bachtiar Najamuddin.

Berdiri dilokasi acara stand-stand pameran makanan yang telah teruji dan layak dikonsumsi. Tak lupa, BPOM juga menampilkan sejumlah alat kosmetik dan obat tradisional, seperti jamu kuat ilegal. Supaya pengunjung tahu apa-apa saja alat kosmetik dan obat tradisional yang berbahaya apabila digunakan masyarakat, khususnya di Provinsi Bengkulu.

Selaras dengan itu, BPOM juga melaunching sebanyak 3 unit armada kendaraan roda empat yang berfungsi sebagai kendaraan uji makanan. Dengan adanya mobil yang juga dilengkapi dengan video dan kamera ini, tentu saja akan memudahkan BPOM saat menggelar agenda sosialisasi yang rutin dilakukan di seluruh penjuru Provinsi Bengkulu.

Selanjutnya, acara diisi dengan lomba mewarnai dan lomba mading murid SD Kota Bengkulu. Juga Workshop mengenai kelayakan suatu pangan, yang salah satu narasumbernya adalah ibu Dr. Hj. Dian A. Syakhroza.

Dr. Dian mengatakan, kegiatan ini sangat bagus karena dikemas dengan cara yang menarik. Sehingga diharapkan, melalui kegiatan ini masyarakat, terutama pelaku usaha penjual pangan dan ibu rumah tangga (IRT) dapat lebih memahami dan selektif memilih serta mengkonsumsi makanan.

Senada, hal yang sama juga diutarakan Wagub Bengkulu, acara ini bagus, kata Sultan, dengan demikian dapat diketahui seperti apa kualitas makanan yang dijajakan penjual. Apalagi telah dilengkapi dengan alat penguji makanan. Jadi bisa diketahui zat-zat apa saja yang terkandung di dalam makanan tersebut.

Sementara itu, Kepala BPOM Provinsi Bengkulu Drs. Zulkifli, Apt melalui kegiatan ini mengimbau, supaya memanfaatkan BPOM untuk kepentingan masyarakat. Juga menegaskan, akan terus melakukan pengawasan secara rutin terhadap penjual dan makanan yang dijualnya.

”Sejauh ini, produk ilegal yang tidak layak dikonsumsi berasal dari industri pangan rumah tangga dan siap saji. Karenanya, kita siap melakukan pengawasan rutin dan pengujian, apalagi kita telah dilengkapi adanya mobil pengujian keliling,“ paparnya. (gue)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *