Anggota KPU Harus Paham Betul Aturan Kampanye

Oleh Tgl: November 28, 2013
kpu

JAKARTA –  Ketua KPU Husni Kamil Manik mengharapkan agar seluruh jajaran KPU dapat memiliki pemahaman yang utuh akan berbagai peraturan terkait kampanye. Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua KPU ketika membuka pembekalan pengelolaan Kampanye Pemilu di lingkungan KPU kemarin, di Jakarta.

“Kami sangat berharap jajaran KPU dapat memiliki pemahaman yang utuh akan berbagai peraturan terkait kampanye baik yang dikeluarkan oleh KPU maupun oleh para pemangku kepentingan terkait, seperti Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dewan Pers, dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI),” ujar Husni Kamil.

Kata Husni, hal itu penting agar anggota dapat mengetahui dengan jelas bentuk-bentuk dan kriteria kegiatan kampanye yang ada, hal-hal yang diperbolehkan dan dilarang dalam kegiatan kampanye, serta mekanisme pengelolaan kegiatannya sendiri.

Ketua KPU meminta agar jajaran KPU mampu mengembangkan jaringan koordinasi yang intensif dengan para pemangku kepentingan terkait kampanye.

“Hal ini paling tidak diukur dari pelaksanaan tugas penetapan zona dan jadwal kampanye dengan pemerintah daerah, upaya penegakan hukum dengan pihak Satuan Polisi Pamong Praja dan Kepolisian, serta tindak lanjut hasil pengawasan dengan Bawaslu, KPI, dan Dewan Pers,” lanjut Husni.

Selain itu, aspek audit dana kampanye, sangat berkaitan dengan keinginan kita bersama untuk meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan partai politik dan pemberantasan politik uang.

“Sehingga pemilih nantinya dapat mempertimbangkan juga aspek akuntabilitas keuangan partai politik sebagai dasar pemberian suara, serta memperkuat jaminan bahwa hasil pemilu tetap ditentukan oleh mayoritas suara pemilih, bukannya oleh segilintir para pemilik modal,” papar Husni

“Sosialisasi yang gencar, koordinasi yang intensif kepada para pemangku kepentingan terkait, serta upaya pengawasan dan pengendalian yang ketat, tahapan kampanye dapat berjalan sesuai apa yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya  tahapan  kegiatan kampanye Pemilu 2014 mampu menjadi sarana pendidikan politik yang mencerahkan masyarakat, mengakrabkan hubungan antara peserta pemilu dengan pemilih, bebas dari politik uang, serta dapat berjalan dengan sejuk dan santun,” sambung Ketua. (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *