Teknik Pengolahan Limbah Terbaru PT BSL

Oleh Tgl: October 20, 2013
Limbah BSL ramah lingkungan

AIR SULAU – Rancangan pembangunan pabrik kelapa sawit PT. Bengkulu Sawit Lestari (BSL) ternyata sudah diperhitungkan dengan matang. Hal ini terbukti dengan teknik pengolahan limbah yang ramah lingkungan, sehingga tidak mengganggu kelangsungan hidup masyarakat di sekitar pabrik BSL.

Seperti diutarakan Arie Lokollo, Manajer Pabrik PT. BSL, menurutnya pengolahan limbah di PT. BSL sudah memenuhi prosedur pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Diwujudkan dengan pembuatan sebelas kolam pengolahan limbah, yang berfungsi menetralisasi bakteri sehingga tidak meninggalkan bau. Selain itu di atas kolam juga ditumbuhkan tanaman Eceng Gondok yang terbukti mampu menyerap polutan dan limbah industri.

“Limbah dialirkan dari kolam satu ke kolam lain, untuk menghilangkan bakteri anerobik melalui bakteri aerobik. Khusus kolam delapan disediakan airator dengan kincir.Sedangkan untuk kolam sembilan diletakkan pelampung yang di bawahnya dilengkapi pipa sepanjang 12 inci yang dilubangi sekeliling pipa dengan jarak 1 cm, dengan diameter lubang tidak lebih dari 2mm,sehingga tidak membuat air menjadi keruh. Di sini juga diinjeksikan 4.ooo M3 (meter kubik) udara per menit”, terang Arie.

“Dalam 2-4 minggu ini kita akan menunggu dikeluarkannya BOD (Biological Oxygen Demand) sehingga kita baru berani meletakkan ikan di kolam sebelas”, ujarnya kemudian.

Cairan limbah pabrik BSL nantinya akan berhenti di kolam sebelas yang menjadi pembuangan akhir. Namun, ditambahkan Arie, nantinya jika kolam sebelah sudah tidak mampu lagi menampung (kepenuhan), semua cairan itu akan dibuang ke jurang yang ada di belakang pabrik BSL.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah yang hadir pada acara pembukaan pabrik tersebut tampaknya sangat terpukau melihat kecanggihan teknologi produksi pabrik Kelapa sawit PT. Bengkulu Sawit Lestari di Desa Air Sulau Kabupaten Bengkulu Selatan, pada Sabtu (19/10).

Sambil mendengarkan penjelasan Arie Lokollo, Manajer Pabrik BSL, Junaidi tampak asyik mengamati mesin yang tengah berproduksi.

Bangunan pabrik seluas 3 hektar tersebut memang menyimpan alat produksi canggih untuk pengolahan kelapa sawit. Kelapa sawit sendiri diperoleh dari hasil kebun masyarakat setempat dan juga mitra kerja dari PT. BSL.

Teknologi berkapasitas 30 ton/ jam tersebut inilah yang kemudian menjadi harapan baru, khususnya masyarakat Bengkulu selatan dalam upaya peningkatan perekonomian dan kemakmuran masyarakat. Hal ini juga yang membuat Gubernur Bengkulu ini menjadi sangat antusias.(Rin)





You must be logged in to post a comment Login

Tulis Komentar

You might also likeclose