“Semua Harus Tanggung Jawab soal Hambalang”

Oleh Tgl: October 18, 2013
demokrat

JAKARTA – Kuasa hukum Andi Alfian Mallarangeng, Luhut Pangaribuan, mengaku kaget dengan penahanan kliennya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ya mungkin terlalu cepat, barangkali tidak perlu. Tersangka tidak perlu ditahan meski harus dibawa ke pengadilan. Karena itu akan memengaruhi objetikfitas,” jelas Luhut Pangaribuan saat berbincang dengan Okezone.

KPK, menurut dia, telah melanggar asas praduga tak bersalah. “KPK menodai asas praduga tak bersalah. Sehingga kalau setiap ada tersangka harus ditahan itu menodai asas praduga,” tegasnya.

Bila Andi sebagai pengguna anggaran harus bertanggung jawab dan mendekam di sel, lanjut dia, semua pihak harus ikut bertanggung jawab terkait kasus Hambalang tersebut.

“Poinnya yang lebih utama, kasus ini harus tuntas, tidak boleh pilah-pilih. Ini kan mulai dari DPR, dianggarkan dan disepakati oleh Menkeu. Pak Andi disangkakan menyalahgunakan wewenang. Maka semua harus bertanggung jawab,” ungkapnya.

“Ini di luar sepengetahuan Pak Andi, jika Pak Andi sebagai pengguna harus bertanggung jawab. Semua mulai penganggaran dan prosesnya hingga disepakati ya harus ditahan,” tandasnya.

Sementara Ketua DPP Partai Demokrat Achsanul Qosasi menganggap penahanan bekas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menteri) Andi Alfian Mallarangeng oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah cukup matang. Dia menambahkan, proses hukum yang melibatkan Andi ini harus diselesaikan KPK.

“Saya rasa KPK tidak perlu diragukan, penahanan Pak Andi pasti sudah melalui keputusan matang. Dan AM pun kan sudah siap untuk menjalani proses penahanan. Kami menginginkan agar proses ini berjalan lebih cepat, agar kejelasan status hukum Pak AM bisa menjadi jelas,” kata Achsanul.

Andi Alfian Mallarangeng merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Sport Center, Hambalang, Bogor, Jawa Barat yang bernilai Rp2,5 triliun. Andi disangka menyalahgunakan kewenangannya hingga membuat kerugian keuangan negara mencapai Rp463 miliar dari proyek tersebut . (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *