Pungutan OJK, Isu Paling Seksi

Oleh Tgl: October 10, 2013
ojk

BENGKULU – Direktur Komunikasi dan Perhubungan Internasional Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Gonthor mengatakan, isu pungutan sebagai salah satu sumber pendanaan OJK merupakan isu yang paling seksi yang tengah berkembang saat ini. Menanggapi hal tersebut, ia menyebutkan pungutan atau iuran itu bukan lah hal yang anomali. “Normal-normal saja dilakukan,” katanya menanggapi pertanyaan jurnalis bengkuluonline.com.

Negara-negara lain, lanjutnya, juga melakukan hal yang sama. Kalaupun ada yang keberatan, kemudian menciptakan pro dan kontra anggap saja hal tersebut merupakan dinamika proses demokrasi saat sekarang ini. “Pungutan tentu saja ada ukurannya, tidak dipukul rata, tergantung kemampuan suatu lembaga keuangan,” ia menambahkan.

Ditegaskan, pungutan dilakukan juga untuk menciptakan rasa aman karena OJK polisinya lembaga keuangan baik perbankan maupun non perbankan. “Uang yang dikeluarkan jelas kompensasinya yang akan didapat dan memberikan rasa aman dan nyaman,” paparnya.

Perlu diketahui, Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2011 Bab VII soal rencana kerja dan anggaran disebutkan dalam Pasal 2 bahwa anggaran OJK bersumber dari APBN dan/atau pungutan dari pihak yang melakukan kegiatan di sektor jasa keuangan. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan masalah bagi pelaku industri karena misalnya untuk bank, industri sudah harus membayar premi untuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jika OJK menarik lagi iuran, maka bank harus menyediakan dana tambahan.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *