PPP Manfaatkan Media Sosial Untuk Garap Pemilih Muda

Oleh Tgl: October 28, 2013
ppp

JAKARTA – Survei lembaga penelitian yang bergerak di media sosial, Katapedia, menyatakan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai berhasil menjaring pemilih muda, dengan memanfaatkan fitur-fitur media sosial di Twitter dan Facebook untuk membentuk komunikasi aktif dengan calon pemilih.

“Dari pengamatan lembaga kami, PPP mulai menjaring dengan membentuk semacam `home page` di Facebook dan akun yang aktif menjaring pengguna akun twitter,” kata Direktur Eksekutif Katapedia Deddy Rahman kepada Antara setelah pemaparan “Survei Partai dan Calon Presiden 2014” di Jakarta, Senin.

Berdasarkan data Katapedia, katanya, PPP sudah bertahan lama dengan pemilih yang dikategorikan berusia non-muda.

Namun, katanya, dalam beberapa waktu terakhir, setidaknya dari survei Katapedia per 27 September hingga 27 Oktober 2013, PPP masuk ke jajaran tengah, menyaingi Golkar, PAN, dan Hanura dengan 2.101 perbincangan di Twitter dan 1.126 kali di Facebook.

“Asalnya (pendukung, red.) PPP tua-tua, namun sekarang PPP mulai bergerak menyadari pentingnya pemilih muda dan melalui media sosial,” kata dia.

Deddy mengatakan “contain” yang dipubilkasikan PPP di media sosial hampir menyerupai citra Partai Keadilan Sejahtera, dengan “contain-contain” modern tapi kental dengan nuansa islami.

Sebelum hasil survei itu, PPP beberapa waktu lalu memang menyatakan akan mengerahkan kadernya di dunia maya, salah satunya dengan pembentukan “cyber army” untuk menjangkau pemilih pemula.

Secara keseluruhan, Katapedia memperoleh data bahwa PKS menempati posisi tertinggi untuk partai terpopuler di Facebook dengan persentase 24,32 persen, kemudian Golkar (17,51 persen), Demokrat (14,84 persen), PDIP (11,91 persen).

Di media sosial Twitter, PKS masih merajai kepopuleran dengan persentase 20,11 persen, kemudian Gerindra (15,92 persen), Golkar (14,07 persen), dan PDIP (12,8 persen).

Namun, ujar Deddy, popularitas partai dalam hal ini termasuk juga sentimen negatif pengguna media sosial terhadap partai.

“PKS memang tinggi, namun banyak sekali sentimen negatif terhadap mereka terutama mengenai kasus korupsi,” katanya.(ar)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *