Petani Keluhkan Sulitnya Pupuk Subsidi

Oleh Tgl: October 5, 2013
pupuk

PONDOK KELAPA – Program pemerintah untuk membantu masyarakat melalui pupuk bersubsidi khusus untuk petani, sepertinya tidak sepenuhnya dirasakan oleh petani. Karena petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dan terkesan hilang dipasaran. Beberapa desa di Kecamatan Pondok Kelapa, seperti di Desa Sidorejo dan Desa Srikuncoro, para petaninya kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Ketua Gapoktan Srikuncoro Fitra, mengatakan bahwa pada dasarnya pupuk sangat dibutuhkan saat musim tanam seperti saat ini. Selain itu bukan saja tanaman padi, namun tanaman lain seperti karet dan sawit juga sangat membutuhkan pupuk.

“Saat ini kami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, biasanya diturunkan kios langsung habis. Jadi kalau mau dapat, ya… terpaksa pesan dulu jauh-jauh hari. Kalau tidak pesan maka tidak akan dapat bagian,” ujar Fitra.

Ditambahkannya, yang paling banyak dibutuhkan petani adalah pupuk jenis urea, sehingga keberadaannya juga sering langka, sebab banyak yang membutuhkan. Selain itu, terkadang pihak kios sering hanya melayani petani yang tergabung dalam Gapoktan.

“Pupuk urea inilah yang paling banyak dicari, sebab bisa dipakai untuk semua jenis tanaman. Kalau mau beli di Bengkulu, kami harus tambah ongkos kirim dan itu agak memberatkan,” keluhnya.

Untuk itulah, kelompok tani yang dipimpinnya sangat mengharapkan agar pemerintah bisa memperhatikan para petani, salah satunya menambah jumlah pasokan pupuk ke daerah tersebut, sehingga semua petani bisa kebagian.

“Harapan kami sebagai petani tidaklah banyak, yakni pupuk dan obat-obatan lancar. Salah satunya ya memberikan bantuan pada kami agar mudah bagi kami mendapatkan pupuk bersubsidi dan obat-batan,” tambah Fitra.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Bengkulu Tengah (Benteng), Durani Usman, SPi, MM menyampaikan, pihaknya akan melakukan pengawasan mengenai penyaluran pupuk sehingga bisa tepat sasaran. Menurutnya pupuk bersubsidi memang diprioritaskan bagi petani yang menanam tanaman pangan. Pihaknya juga menjamin pupuk bersubsidi pasokannya terpenuhi dengan catatan masing-masing petani melakukan pemesanan terlebih dulu.

“Penyaluran pupuk bersubsidi memiliki mekanisme atau aturan sendiri, tidak bisa asal saja. Salah satunya ya melakukan pemesanan melalui kelompok-kelompok tani, jika petani beli di toko ya harganya tentu bukan harga subsidi,” ujar Durani.

Ditambahkannya, penyaluran pupuk, utamanya pupuk subsidi memang berdasarkan hitungan luas wilayah pertanian yang diusulkan oleh Gapoktan.

“Maka dari itu, untuk penyalurannya tidak bisa semaunya saja, karena untuk luas wilayah tertentu sudah ada aturan mengenai kebutuhan pupuknya,” tambahnya.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *