Perekonomian Bengkulu Melambat

Oleh Tgl: October 8, 2013
pasar bengkulu

BENGKULU – Sektor jasa masih mendominasi atau menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada triwulan II 2013 diikuti sektor perdagangan, hotel dan restoran. Demikian kajian ekonomi regional Bank Indonesia kantor perwakilan Bengkulu.

Dari sisi sektoral, perlambatan perekonomian didorong oleh melambatnya hampir seluruh sektor terutama sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel, restoran.

Perkembangan Inflasi Daerah
Perkembangan harga barang dan jasa secara umum (inflasi) di Provinsi Bengkulu pada triwulan II 2013 tercatat sebesar 7,89% (yoy), lebih tinggi dari triwulan I 2013 yang sebesar 7,44% (yoy). Kondisi tersebut dipengaruhi antara lain kenaikan harga BBM subsidi, kenaikan tarif angkutan dan terbatasnya pasokan kebutuhan masyarakat, khususnya dari kelompok bahan makanan, ditengah peningkatan permintaan masyarakat. Selain itu, ekspektasi yang tinggi terhadap inflasi akibat berlarutnya proses penetapan kebijakan peningkatan harga BBM subsidi juga turut meningkatkan tekanan inflasi pada triwulan laporan. Akumulasi inflasi sepanjang Januari hingga Juni 2013 mencatatkan inflasi tahun berjalan sebesar 4,45% (ytd).

Menurut kelompok barang dan jasa, peningkatan inflasi terutama terjadi pada kelompok bahan makanan, pendidikan/rekreasi dan olahraga, kelompok transportasi/komunikasi dan jasa keuangan. Inflasi tahunan kelompok komoditas tersebut masing-masing sebesar 11,40% (yoy), 12,47% (yoy), dan 8,41% (yoy). Tingginya inflasi pada kelompok bahan makanan dipicu oleh terbatasnya pasokan holtikultura dan peternakan, sementara pada komoditas pendidikan didorong oleh peningkatan biaya pendidikan. Inflasi pada komoditas transportasi didorong oleh kenaikan harga BBM subsidi.
Berdasarkan disagregasi inflasi IHK, peningkatan inflasi tahunan pada triwulan laporan terutama terjadi pada kelompok administered price yaitu dari 5,14% (yoy) pada triwulan I 2013 menjadi 7,43% (yoy). Inflasi volatile foods sedikit menurun yaitu sebesar 11,45% (yoy), sementara inflasi inti/core tercatat relatif stabil yaitu sebesar 5,82% (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *