Pelaut Kota Bengkulu Memprihatinkan

Oleh Tgl: October 22, 2013
nelayan

BENGKULU – Besarnya biaya operasional nelayan kawasan pantai di Kota Bengkulu untuk menangkap ikan ke laut, terkadang membuat nelayan menderita kerugian. Lantaran hasil yang didapat tidak sesuai dengan pengeluaran yang dibebankan.

Kalaupun untung, biasanya hanya berkisar antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Tentu saja pendapatan segini terbilang kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ivan, salah satu nelayan di Pantai Malabro mengatakan, setiap harinya untuk satu kapal saja, membutuhkan BBM jenis solar sebanyak 25 liter.

Itu berarti, nelayan harus merogoh kocek sebesar Rp 112.500 setiap akan melaut. Itu belum ditambah dengan kebutuhan penunjang lainnya.

”Kalo sekarang tu lebih sering rugi nya, kadang idak balik modal, kadang untung Rp 10 ribu, paling besaknyo Rp 15 ribu,“ kata Ivan.

Meski demikian, Ivan mengaku akan tetap menjalani profesinya ini sebagai nelayan.

Sembari berharap, setiap harinya hasil tangkapan ikan semakin meningkat. Diiringi dengan harga ikan yang juga meningkat di pasaran.

Selain itu, ia juga berharap cuaca ekstrem yang belakangan melanda Kota Bengkulu segera berakhir. Supaya tidak menganggu aktifitas nelayan dan hasil tangkapannya. (gUE)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *