Parkir Liar Ramai ”Untung Atau Rugi“

Oleh Tgl: October 28, 2013
parking

BENGKULU – Tak bisa disangkal bahwa, tumbuh pesatnya kebutuhan di era modern ini, semakin kompleks. Lagi dan lagi kita senantiasa diperhadapkan dengan cara, pemenuhan rentetan kebutuhan-kebutuhan itu. Bagi orang yang memiliki modal dan pekerjaan tetap tentunya tidak akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya. Dilain pihak, bagaimana dengan tingkatan masyarakat yang taraf ekonominya dibawah rata-rata dan tidak memiliki pekerjaan tetap.

Jangan heran jika semakin menjamurnya pula lowongan-lowongan pekerjaan untuk meraup rupiah secara dadakan, salah satunya adalah menjadi tukang parkir liar. Sering kita temukan ditiap lahan-lahan parkiran, toko-toko, mini market, atau kawasan hiburan serta tempat-tempat strategis lainnya. Sebagian pemilik kendaraan yang memarkir kendaraannya ”cuek bebek“ saja, membayar terus berlalu, namun ada juga yang merogoh kantong dengan muka masam alias terpaksa.

Namun ada juga yang justru kesal atas keberadaan tukang parkir. Kenapa, Nini Harmada Lena misalnya, sebagai seorang ibu rumah tangga, ia sebenarnya tidak keberatan cuma menyisihkan uang Rp 1.000,-, asalkan tukang parkir tersebut secara pasti telah menjamin keadaan motor dan bertugas layaknya tukang parkir. ”Tapi kalau tidak ada jasa yang diberikan, hanya minta duit terus pergi, jadinya kan ga ikhlas dan kesal,“ katanya.

Pekerjaan sebagai tukang parkir mungkin cukup menjanjikan. Apalagi dari hari ke hari keberadaan kendaraan bermotor semakin banyak. Tidak hanya menjanjikan, jadi tukang parkir juga tidak butuh keahlian khusus, cukup bermodalkan pluitan harga goceng juga udah bisa jadi tukang parkir. Semua wilayah atau daerah sudah dijadikan lapak-lapak menjadi wilayah si tukang parkir.

Menurut Nini, tukang parkir itu bertugas untuk mengatur, mengarahkan, memposisikan dan menjaga keamanan motor. Jika demikian maka pantas tukang parkir tersebut diberi imbalan. Tapi kalo misalnya si tukang parkir itu tidak ada ditempat waktu mau parkir dan tidak membantu dalam mengatur serta memposisikan kendaraan. Lalu tiba-tiba datang saat pengendara mau pergi, minta uang lalu pergi lagi. Tukang parkir seperti inilah yang oleh pengendara merasa keberadaan tukang parkir sangatlah tidak dibutuhkan, bahkan terkadang meresahkan. (gUE)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *