Okto Berto : Interpelasi Bisa-Bisa Saja

Oleh Tgl: October 2, 2013
okto-berto

BENGKULU – DPRD Provinsi Bengkulu diberi waktu selama satu minggu guna menanggapi tuntutan massa aksi terkait kasus dugaan korupsi RSUD M. Yunus Bengkulu. Selain meminta ketegasan serta tindakan nyata para perwakilan rakyat. Aksi massa yang terhimpun dalam Komunitas Mahasiswa Untuk Anti Korupsi (KOMUNIKASI) juga mendesak dewan menggunakan hak interpelasinya.

Lantas seperti apa perwakilan rakyat menanggapi hal tersebut, berikut petikan wawancara langsung jurnalis bengkuluonline.com kepada beberapa anggota DPRD Provinsi Bengkulu Rabu (2/10).

Hj. Rosnaini Abidin, S.Sos, perwakilan rakyat asal Kabupaten Seluma ini mengatakan, hak interpelasi sepertinya sulit untuk diimplementasikan. Tapi ia tak menampik masih ada kemungkinan dewan menggunakan hak interpelasinya. “Kemungkinan ada, tapi kecil,” kata Rosnaini yang akrab disapa Upik Bidin ini.

Sebelumnya, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Bengkuku H. Herry Alfian AK, S.Sos, M.Si menjelaskan, hak interpelasi tidak serta-merta langsung digunakan, ada mekanisme yang harus dijalankan. Kalaupun nanti ada anggota dewan yang punya konsep mengenai hak interpelasi tinggal membuat usulan. Kemudian disampaikan kepada komisi terkait untuk dianalisa.

Pada prinsipnya, Herry masih menghargai proses penegakan hukum yang tengah dilakukan aparat penegak hukum. Baginya anggota dewan tidak bisa mengintervensi ataupun langsung masuk ke ranah penegakan hukum. Tapi Heri memastikan, dewan akan mengawasinya. “Atau kita terlebih dahulu menggelar hearing dengan gubernur, hasil hearing tersebut menjadi dasar dewan melakukan tindakan selanjutnya,” terang Heri.

Selanjutnya, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Okto Berto, SE, MM menegaskan, dewan bisa-bisa saja menggunakan hak interpelasinya. Akan tetapi menurut wakil rakyat Dapil Bengkulu Selatan ini, sebaiknya semua pihak menunggu hasil pemrosesan yang dilakukan aparat penegak hukum.

“Sebaiknya memang menunggu proses penegakan hukum, tapi hak interpelasi digunakan dewan, bisa-bisa saja,” papar Okto. (cw2)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *