“Nostalgia Politik” Najamudin Dan PKS, Pertanda Apa ?

Oleh Tgl: October 13, 2013
sultan-anis-matta

BENGKULU – “Nostalgia Politik Najamudin dan PKS” terjadi pada Sabtu malam (12/10) di rumah dinas Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Sultan Bachtiar Najamudin. Digelarnya pertemuan antara Sultan dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H.M. Anis Matta beserta sejumlah petinggi PKS di Provinsi Bengkulu Sabtu malam (12/10), diyakini bukanlah sekedar pertemuan biasa. Meskipun pertemuan ini hanya bertajuk ramah tamah dan sebatas acara silahturahmi guna menyambut kedatangan Anis Matta di Bumi Rafflesia.

PKS di Provinsi Bengkulu sempat menjadi bagian penting atas terpilihnya Agusrin Najamudin pada periode pertama kepemimpinannya sebagai Gubernur Bengkulu. Berikutnya, berdasarkan pengakuan Sultan, peran PKS juga tak bisa dikesampingkan saat ia terpilih menjadi anggota Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu sisa masa jabatan 2010-2015.

Saat menyampaikan kata sambutan, Sultan juga melontarkan pernyataan yang menarik. Wagub Bengkulu ini mengatakan, demi mengabdi kepada daerah ia siap dan oke-oke saja menduduki satu kursi Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Provinsi Bengkulu. Kembali dipercaya guna menempati posisi yang berbeda yakni sebagai Wagub Sultan pun tetap oke, yang penting katanya bisa mengabdi untuk Bengkulu.

Demi Bengkulu Sultan siap menjadi apa saja sebagai wujud partisipasinya sebagai putra daerah, berbuat membangun Bengkulu dan mengejar ketertinggalan Bengkulu dari daerah dan provinsi lainnya. Secara tersirat Sultan juga menyatakan kesiapannya jika nanti rakyat meminta dirinya untuk menjadi Gubernur Bengkulu. Lantas pertanda apa di balik pertemuan ini.

Pada kesempatan yang sama Sultan mengajak kader PKS untuk bernostalgia mengingat kebersamaan di masa lalu. Apakah ini pertanda di masa yang akan datang dua kekuatan politik terbesar di Bengkulu ini akan kembali bersama-sama menyatukan visi, misi serta konsepsi guna membangun Bengkulu. Kemudian bergandengan tangan pada suksesi Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2015 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Sultan dengan tegas membantah jika pertemuan ini erat kaitannya dengan unsur politik atau bahkan ada hubungannya dengan Pilgub 2015. “Terlalu sepelelah jika agenda silahturahmi ini dikaitkan dengan politik, bagi saya kepentingan daerah di atas segala-galanya, Presiden PKS kan tokoh nasional, jadi penting untuk kita membangun jaringan seluas-luasnya, yang dapat kita manfaatkan untuk mendukung pembangunan di Bengkulu,” kata Sultan saat dikonfirmasi jurnalis bengkuluonline.com.(dsi)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *