Mahasiswa Desak Dewan Gunakan Hak Interplasi

Oleh Tgl: October 1, 2013
IMG_1294

BENGKULU – Sebanyak 50-an mahasiswa yang terhimpun ke dalam Komunitas Mahasiswa Untuk Anti Korupsi (Komunikasi) Selasa (1/10) menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD Provinsi Bengkulu. Aksi ini merupakan aksi lanjutan elemen mahasiswa dan pemuda sebelumnya guna menuntut penegakan hukum terkait kasus dugaan korupsi RSUD M. Yunus yang menyeret sejumlah pejabat publik di Provinsi Bengkulu.

Aksi kawanan mahasiswa ini mendapatkan pengawalan ketak pihak kepolisian sebanyak 2 pleton dan dibantu anggota Satpol PP.

Kedatangan mereka ke gedung dewan guna mendesak para perwakilan rakyat provinsi ini untuk segera menggunakan hak interpelasinya, meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Menanggap hal tersebut, anggota DPRD provinsi Bengkulu Heri Alfian mengatakan, hak interpelasi tidak serta-merta langsung digunakan, ada mekanisme yang harus dijalankan. Kalaupun nanti ada anggota dewan yang punya konsep mengenai hak interpelasi tinggal membuat usulan.

“Kemudian disampaikan ke komisi terkait untuk menganalisanya,” kata Heri.

Saat ini, lanjut Heri, kasus dugaan korupsi ini sudah berada di wilayah hukum dan dewan menghargai proses yang tengah dilakukan aparat penegak hukum. Anggota dewan tidak bisa mengintervensi ataupun langsung masuk ke ranah penegakan hukum. Tapi Heri memastikan, dewan akan mengawasinya.

“Atau kita terlebih dahulu menggelar hearing dengan gubernur, hasil hearing tersebut menjadi dasar dewan melakukan tindakan selanjutnya,” terang Heri.

Senada, hal yang sama juga disampaikan perwakilan rakyat lainnya. Hak interpelasi masih ada mekanisme yang harus dijalankan. Kemudian meminta penegak hukum untuk tidak berlarut-larut menyikapi polemik ini. (cw2)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *