Lembaga Survey Harus Obyektif

Oleh Tgl: October 26, 2013
PBB150

JAKARTA – Ketua Umum Partai Bulan Bintang MS Kaban mengatakan, lembaga survei haruslah memenuhi obyektivitas dan independensi. Menurut dia, jika lembaga survei hanya dijadikan sebagai pesanan suatu kelompok tertentu, hal ini sudah melanggar ketentuan yang berlaku.

“Lembaga survei prinsipnya, kan, ilmiah, dan harus jelas juga sasarannya,” kata Kaban di Cikini, Jakarta, Sabtu, 26 Oktober 2013. “Jangan sampai malah menjadi lembaga survei pesanan.”

Kaban mengatakan, lembaga survei yang dipenuhi orang-orang dengan intelektualitas tinggi ini jangan sampai memanipulasi data yang ada, sehingga tujuannya hanya untuk menggiring opini publik terhadap suatu kelompok tertentu.

“Mereka lembaga survei harus obyekti. Jangan menyihir data, nantinya malah menjadi lembaga sihir Indonesia,” ujar Kaban. “Nanti, kan, orang jadi terkesima dan berpikir apa iya hasil dari lembaga survei ini sesuai. Nanti yang ada masyarakat jadi marah kalau ternyata itu tidak sesuai dengan fakta dan data.”

Kaban mengimbau kepada seluruh pihak, khususnya lembaga survei, untuk bekerja sesuai dengan metodologi dan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan. “Lembaga survei jangan melacurkan diri dan menghilangkan independensi dan obyektivitas.”

Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Aryo PS Djojohadikusumo mengklaim tidak pernah menggunakan lembaga survei untuk meningkatkan elektabilitas kader dan juga partainya. “Kalau kami hanya menggunakan hasil survei untuk kepentingan internal saja,” kata Aryo.

Menurut Aryo, lembaga survei pesanan itu sudah sangat menyalahi aturan dan etika yang berlaku. Dia juga sangat menyangkan beberapa kelompok yang menggunakan lembaga survei untuk menggiring opini publik. “Ya, memang, untuk melakukan survei itu butuh dana, tapi, kan, dananya itu, ya, bukan berarti disalahgunakan demi kepentingan suatu pihak,” kata Aryo. (***)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *