Kontraktor agar Terima Nelayan Jadi Pekerja Harian

Oleh Tgl: October 20, 2013
proyek jalan

PONDOK KELAPA – Camat Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Sri Widodo S.Sos menghimbau kepada seluruh pelaut di pesisir pantai Pondok Kelapa untuk menghentikan sementara rutinitas melaut. Pasalnya, cuaca yang buruk dan angin yang kencang bisa menyebabkan gelombang tinggi.
“Kondisi cuaca seperti saat ini bisa membayakan keselamatan pelaut atau nelayan,” ujar Widodo.

Selain itu juga diingatkan kepada pemilik perahu untuk diletakan jauh dari bibir pantai. Karena gelombang tinggi ditakutkan akan menyapu dan menghempas perahu hingga rusak. “Kita cuma mengingatkan saja, agar bisa berhenti dulu melautnya hingga cuaca kembali normal,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kepada pelaut yang benar-benar hanya menggantungkan ekonomi keluarga pada hasil melaut agar tidak khawatir mencari pekerjaan sementara waktu. Karena telah dikondisikan kepada setiap pemilik usaha terutama proyek pembangunan fisik (kontraktor) khususnya di Kecamatan Pondok Kelapa untuk menerima pelaut untuk bekerja harian.

“Dengan tujuan selama tidak melaut, ekonomi keluarga tetap bisa terpenuhi. Biasanya pelaut bersikeras untuk tetap melaut karena dilatarbelakangi tuntukan ekonomi keluarga. Karena jika tidak dengan melaut, selama ini ekonomi keluarga mereka menjadi kurang terpenuhi. Jadi disiapkan solusinya dengan menyediakan lapangan kerja dengan gaji harian,” jelas Widodo.

Terpisah, Kades Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa, Rohaya mengatakan hal yang sama. Menurutnya, pelaut atau nelayan harus berhenti sementara untuk melaut. Jika tidak maka hal-hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi akibat besarnya gelombang.

“Jika cuaca serta gelombang laut sudah kembali normal silahkan lagi melaut. Meskipun demikian, saya hanya mengingatkan saja karena mau atau tidaknya diingatkan,  itu terserah dari pelaut sendiri,” ujar Rohaya.

Dikarenakan lanjut Rohaya, jika dipaksakan tak melaut, pihaknya tak bisa memberikan lapangan kerja sesuai yang diinginkan pelaut atau nelayan. “Karena tak jarang pelaut atau nelayan tidak mau bekerja seperti  harian lepas,” demikian Rohaya. (Zal)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *