Konsumsi Obat Ilegal Beresiko Kematian

Oleh Tgl: October 29, 2013
obat_ilegal_2

BENGKULU – Balai POM Provinsi Bengkulu gencar menggelar sidak menyusul maraknya penjualan obat, makanan dan alat kosmetik ilegal. Disamping itu, Balai POM juga rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya dari ketiga item tersebut

Kepala Balai POM Provinsi Bengkulu Drs. Zulkifli, Apt menjelaskan dari hasil temuan obat tradisional ilegal beberapa waktu lalu, diantaranya mengandung zat-zat berbahaya, bahkan apabila terus dikonsumsi dapat menyebabkan kematian. Seperti Sildenafil/Tadalafil pada jamu dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, nyeri otot, tekanan darah meningkat, denyut jantung cepat dan kematian.

Kemudian Sibutramin HCI pada jamu pelangsing, dapat menyebabkan tekanan darah dan denyut jantung meningkat, susah tidur, gagal jantung serta stroke. Deksamethason pada jamu rematik/asam urat, orang yang mengkonsumsinya bisa terkena muka bulan, osteoporosis (tulang keropos), lambung dan gangguan hormone.

Selain itu zat Fenilbutazon dan Parasetamol pada jamu rhematik/asam urat, dapat juga menyebabkan pendarahan lambung, gagal ginjal dan gagal hati. Terakhir Siproheptadin pada jamu gemuk/nafsu makan, penggunanya bisa menderita mual-mual, diare disertai anemia.

Zulkifli melanjutkan, sedangkan dari hasil temuan kandungan berbahaya pada alat kosmetik. Seperti Merkuri dan Hidrokonin. Merkuri pada kosmetik pemutih dapat menyebabkan bintik hitam pada kulit, iritasi kulit, kerusakan permanen pada saraf, otak, ginjal, dan gangguan pada janin. Sedangkan Hidrokonin pada kosmetik pemutih dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan terbakar, kelainan pada ginjal, kanker darah dan kanker sel hati.

”Untuk itu saya mengimbau kepada masyarakat luas supaya lebih selektif dalam memilih obat, kosmetik dan juga makanan yang akan digunakan atau dikonsumsi. Karena jika asal memilih dan memilih barang yang ilegal, maka bahaya besar tengah mengancam penggunanya,“ tegas Zulkifli. (gUE)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *