Ketua MK Ditangkap, Sengketa Pemilukada Di Bengkulu Sarat Penyuapan?

Oleh Tgl: October 4, 2013
Akil-Mochtar2

Setiap sengketa yang ditangani AK, hanya penggugat dan tergugat dari partai besar yang berhasil menang

Okti Fitriani, S.Pd, M.Si

BENGKULU – Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu semakin memperpanjang daftar hitam praktik korupsi yang melibatkan pejabat negara, bahkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar (AK) sekalipun. Predikat sebagai institusi yang bisa dikatakan bersih berujung runtuhnya kepercayaan publik terhadap MK.

Tak ayal, penangkapan yang dilanjutkan dengan ditetapkannya AK sebagai tersangka penerima suap sengketa pemilukada, membuat sengketa pemilukada di Provinsi Bengkulu yang sempat ditangani AK menjadi sorotan dan perbincangan publik.

Bagaimana tidak? Sekitar 6 sengketa pemilukada di Provinsi Bengkulu sempat ditangani langsung oleh AK. Yakni sengketa pemilukada Kabupaten Bengkulu Selatan, Seluma, Rejang Lebong, Mukomuko, Kepahiang dan terakhir sengketa pemilukada Provinsi Bengkulu.

Sebagaimana diungkapkan mantan komisioner KPU Provinsi Bengkulu Okti Fitriani, S.Pd, M.Si. Menurutnya, setiap keputusan selalu menguntungkan calon-calon dari partai besar. Terutama partai sewaktu AK menjadi politisi.

“Setiap sengketa yang ditangani AK, hanya penggugat dan tergugat dari partai besar yang berhasil menang,” kata Okti.

Lebih lanjut Okti menambahkan, setiap sengketa yang ditangani AK hampir semuanya berkaitan dengan money politik dan semunya selalu dimenangkan oleh calon-calon yang diusung partai besar. (cw2)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *