Kapal Berbobot 60.000 Ton Sudah Bisa Masuk Pulau Baai

Oleh Tgl: October 21, 2013
kapan besar

Bengkulu – Direktur operasional Pelindo Bengkulu mengungkapkan, pihaknya akan terus menjaga kedalam pelabuhan sampai pada 13 meter, agar kapal besar dapat bersandar. Saat ini sudah masuk kapal berbobot mati 60.000 ton.

Sebelumnya diberitakan pada tahap pertama Pelindo II akan melakukan pengerukan hingga kedalaman -6 meter low water spring (LWS). Sebagai gambaran dengan kedalaman air pada alur masuk perairan pelabuhan yang hanya mencapai -4,5 meter, setiap bulan rata-rata terdapat 25 unit kapal kandas.

Apabila rata-rata arus keluar masuk kapal melalui Pelabuhan Pulau Baai mencapai sembilan unit per hari, PT Pelindo II Cabang Bengkulu selaku pengelola Pelabuhan Pulau Baai akan menderita potensi kerugian hingga miliaran rupiah setiap tahun. Sebab, banyak kapal dengan bobot di atas 2.500 gross weight tonnage (GWT) yang mengangkut berbagai jenis komoditi yang tidak dapat berlabuh.

Potensi kerugian tidak saja dialami PT Pelindo II, tapi juga para pengguna jasa yang kapal-kapalnya bersandar di pelabuhan, salah satunya PT Pertamina (Persero) UPMS Bengkulu. Kapal tanker milik perusahaan migas negara itu sebelumnya bisa bersandar di dermaga dengan kapasitas kapal 3.000 GWT.

Dalam beberapa tahun terakhir, batubara menjadi komoditas primadona dan penyumbang pendapatan terbesar Pelabuhan Bengkulu. Hal itu dapat dibuktikan dengan meningkatnya throughput batubara yang mencapai lebih dari 2 juta ton pada 2010 atau meningkat sekitar 30% dibandingkan 2009 yang terealisasi sebesar 1,4 juta ton.

Demikian pula realisasi arus kunjungan kapal yang juga mengalami peningkatan hingga dalam beberapa tahun terakhir, yakni pada 2010 lalu terealisasi sebanyak 1.200 unit atau 1,6 juta GT, meningkat sebesar 21,5% dari realisasi tahun 2009 yang mencapai 988 unit atau 1,2 juta GT.

“Dengan pengerukan, kedalaman alur Pelabuhan Bengkulu diharapkan mencapai kondisi ideal sehingga dapat meningkatkan produktivitas Pelabuhan Bengkulu hingga 40% lebih dari kondisi yang ada saat ini,” papar Lino.

Selain itu, dengan adanya penambahan beberapa peralatan yang mendukung aktivitas bongkar-muat barang tahun ini, sehingga akan turut membantu kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi wilayah Bengkulu dan sekitarnya. (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *