Harga Batu Bara Makin Tertekan Akhir Tahun Ini

Oleh Tgl: October 14, 2013
batu bara

BENGKULU – Jatuhnya harga batu bara membuat banyak pengusaha batu bara dan wilayah yang mengandalkan batu bara menjadi merana. Seperti kota Shenmu di China saat ini dilaporkan bagai kota mati seiring runtuhnya harga batu bara dua tahun lalu. Padahal, saat menikmati kejayaan sebagai wilayah penghasil batu bara, warga Shenmu sangat makmur.

Hal ini mengingatkan orang akan daerah Belitung 20 tahun lalu ketika harga timah jatuh. Sampai sekarang Belitung masih sulit bangkit kembali pada kejayaannya seperti pada masa keemasan ketika perusahaan timah Koba Tin dan PT Timah beroperasi di wilayah itu.

Hal ini mirip pula dengan kisah kebangkrutan kota Detroit di Amerika Serikat baru-baru ini karena memudarnya industri otomotif yang selama ini banyak menyokong kehidupan kota Detroit.

Beberapa analisis mengungkapkan faktor-faktor yang menyebabkan harga batubara turun antara lain adalah krisis Eropa yang berkepanjangan, lambatnya pemulihan ekonomi Amerika, yang telah mulai mempengaruhi menurunnya pertumbuhan ekonomi China dan India, besarnya kelebihan pasokan dan penumpukan stok batu bara yang terjadi di pelabuhan-pelabuhan di China serta pelemahan nilai tukar dolar Australia.

Namun, ada satu hal mendasar lagi yang juga membuat harga batu bara merosot, yaitu pasokan gas ke pasar dalam jumlah besar. Gas adalah saingan utama batu bara karena pada dasarnya keduanya sama-sama dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik.

Eksplorasi besar besaran shale gas di Amerika untuk diekspor ke luar negeri membuat harga gas cenderung turun. Diperkirakan dunia dunia sudah mengalami kelebihan pasokan gas sehingga harga gas pun makin rendah. Jika penurunan harga gas berlanjut, maka harga batu bara tentu juga akan makin turun. Namun jika terjadi kelangkaan gas di pasaran, maka harga batubara akan naik.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *