Gubernur: Siap-siap Banjir Investasi

Oleh Tgl: October 16, 2013
Junaidi_Hamsyah_-_Gubernur_Bengkulu

BENGKULU – Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan agar pembangunan di Provinsi Bengkulu berjalan lancar.  Kondisi itu sangat diperlukan mengingat dalam waktu dekat, Bengkulu bakal kebanjiran investasi menyusul ditandatanganinya rencana pembangunan rel kereta api Bengkulu – Muara Enim.

Hal itu disampaikan Gubernur usai melaksanakan sholat Idul Adha di Masjid Raya, kemarin. Dalam kesempatan itu, gubernur meminta masyarakat menciptakan iklim investasi yang positif.

“Apalagi dalam waktu dekat akan banyak investasi yang masuk ke Bengkulu terkait pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Bengkulu dengan Muara Enim Sumatra Selatan. Proses pembangunan ini membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Gubernur.

Seperti diketahui, rencana pembangunan rel kereta yang digagas mantan Gubernmur Bengkulu Agusrin memasuki babak baru, segera setelah ditandatanganinya Mou dengan enam perusahaan.

Enam perusahaan yang terlibat dalam rencana pembangunan rel KA itu yakni PT Hanwha S&C, PT Dohwa Engineering, PT Bara Alam Utama, PT True North Bridge dan PT Coalindo Adhi Nusantara, dengan PT Mandela Resources sebagai pemrakarsa konsorsium.

Enam perusahaan pada proyek itu memiliki peran masing-masing.  PT Hanhwa sebagai kontraktor, PT Coalindo Adhi Nusanta sebagai pemasaran batubara, PT Dohwa sebagai teknik pembangunan, PT True North Bridge sebagai konsultan finansial dan PT Bara Alam Utama sebagai pengguna jalur untuk mengangkut batubara yang diproduksi.

Direktur PT Mandela Resources, Mr. DR. Djoko Soedibyo, mengatakan pembangunan rel kereta api penghubung Bengkulu dan Sumatera Selatan ditujukan untuk mengangkut hasil tambang batubara. “Setelah MoU ini kita (6 perusahaan–red) siap ketahap selanjutnya. Setelah pemerintah Indonesia menetapkan status proyek itu menjadi Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS), karena dengan status KPS atau “Public Private Partnership” maka pemerintah bertanggungjawab menyediakan lahan. Baru kami bisa bekerja.

InsyaAllah PT mandela didukung oleh pejabat dan pemimpinan gubernur untuk itu kita minta dukungannya terlebih dahulu,” katanya. Dijelaskan Joko, proyek ini sudah lulus studi kelayakan pada tahun 2011 dengan berbagai analisis baik lingkungan dan masyarakatanya. Dalam proyek yang dikategorikan rumit ini rel kereta api akan melintasi tujuh kabupaten dan kota. Untuk Provinsi Bengkulu yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang dan Seluma. Sedangkan untuk Provinsi Sumatera Selatan akan melintasi Kabupaten Empat Lawang, Lahat dan Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan.(cw1)

 

 

 

 

(***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *