GKR Hayu dan KPH Notonegoro Jalani LDR 10 Tahun

Oleh Tgl: October 19, 2013
ratu hayu

JOGJAKARTA _ Berbeda dengan pasangan pada umumnya, Gusti Hayu dan Noto selama 10 tahun pacaran sering menjalani hubungan jarak jauh. Beruntungnya, ada teknologi yang dapat mendekatkan mereka. Chatting dan telepon adalah cara mereka untuk memadu kasih ketika jarak memisahkan. Biasanya dalam seminggu ada satu waktu yang diluangkan untuk saling bercerita.

“Kami berdua bukan tipe orang yang romantis. Tetapi aku paling suka ketika mas Noto mengirimiku voice note saat dia bernyanyi menggunakan gitar, menurutku itu romantis banget.” kata Hayu. “Kebetulan selera musik kami berdua juga sama. Kami sama-sama menyukai orkestra klasik dan jazz.”

“Jeng Ratu juga bisa romantis. Dulu pernah, dia tiba-tiba ngasih surprise dengan ngirimin bunga ke kantor. Lumayan bikin kantor saya geger tuh waktu itu.” Noto menambahkan seraya terkekeh.
Perjalanan percintaan selama 10 tahun ini diakui Noto tidak mudah untuk dilalui. Selain jarak, kesibukan masing-masing terkadang juga menimbulkan masalah. Hayu mengaku sempat putus-nyambung dengan Noto. “Namun yang namanya cinta tidak kemana. Akhirnya toh kami juga kembali lagi.” tutur Hayu disusul dengan tawa.

Ada kesamaan sifat yang dimiliki keduanya, yaitu sama-sama “ngeyel” dan sering bertolak belakang sudut pandang dalam melihat sebuah permasalahan. Di satu sisi itu kendala, tapi di sisi lain, hal itulah yang membuat mereka berdua jadi sering berdiskusi ketika menghadapi masalah. “Mas Noto orangnya sangat terbuka untuk diskusi. Dia selalu mengajak aku untuk duduk lalu membicarakan masalah biar clear dan bisa ditemukan titik temu solusinya.” tutur Hayu.

“Kuncinya ada di komunikasi. Walaupun long distance, komunikasi harus tetap terjaga terus.” Noto menambahkan. “Kalau berantem nggak pernah lama. Biasanya cuma butuh waktu untuk menenangkan pikiran supaya bisa berpikir dengan jernih. Abis itu masing-masing biasanya menyadari kesalahannya di mana.” lanjut Noto lagi.

Perjuangan Noto untuk tetap bersama Hayu, yang notabene seseorang yang terlahir terpandang di Yogyakarta, membuat Hayu semakin yakin untuk menambatkan hatinya kepada Noto. “Aku ini orangnya tidak gampang untuk dijadikan pasangan. Baik dari sisi personality-ku, maupun dari sisi keluarga. Mas Noto ini 10 tahun tidak menyerah. Hal itu yang bikin aku mantep sama dia.” Tukas Hayu. Sifat Noto yang sabar ketika menghadapi Hayu yang terpaut usia 10 tahun pun menjadi nilai tambah buat Hayu.

“Saya dan Jeng Ratu kenalnya sudah lama. Selain itu, keluarga Keraton juga sangat terbuka, jadi sejauh ini sih saya nggak pernah mengalami kesulitan saat mendekati keluarga Keraton.” tambah Noto seraya tersenyum. (**)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *