Beli Inter Milan, Eric Thohir Rogoh Kocek Rp5,8 Triliun

Oleh Tgl: October 16, 2013
inter milan

Bagi Erick Thohir, memiliki saham di klub besar bukan kali pertama. Sebelum membeli Intermilan, dia juga memiliki saham sebesar 15 persen di klub basket Philadelphia 76ers. Ia juga mempunyai saham mayoritas di DC United, klub yang sempat memberi kesempatan bagi Andik Vermansyah untuk ‘menambah pengalaman’.

Erick Thohir, pengusaha Indonesia yang memiliki saham di DC United dan Philadelpia 76ers, baru-baru ini berani memborong saham Inter Milan. Awalnya dia mengajukan penawaran Rp3,316 triliun. Kesepakatan penjualan 70 persen saham klub itu dikabarkan bernilai 350 juta euro, atau hampir senilai Rp5,4 Triliun.

Tidak hanya membuat Indonesia terkejut, media-media Italia pun dibuat sibuk untuk mencari siapa sebenarnya sosok Erick Thohir.

Pengusaha yang baru berusia 42 tahun tersebut, mengajukan penawaran kepada Massimo Moratti pada Rabu, 29 Mei 2013. Tidak hanya memberi penawaran yang jika di-Euro-kan mencapai angka 260 juta Euro, menurut Giornalettismo, Erick Thohir juga menyiapkan dana untuk beraksi di bursa transfer, sebesar 100 juta Euro.

Sukses membeli Inter Milan, Wajah Erick Thohir terpajang besar di halaman depan koran La Gazzetta dello Sport. Senyumnya mengembang lebar sambil memegang kaos biru bergaris hitam milik klub Inter Milan asal Italia. Judul besarnya tertulis “Indo-Inter”.

Pengusaha Indonesia itu kini resmi menguasai saham klub Italia, Inter Milan. Ia bersama dua rekannya, Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo, memegang 70 persen saham Inter, sejak Selasa, 15 Oktober 2013.

Siapa sebenarnya Eric? Ayah empat anak ini merupakan lulusan S2 ekonomi dari Amerika Serikat. Ia mengembangkan sayap bisnisnya dengan berkiprah di bidang restoran dengan merek Hanamasa dan Pronto di awal tahun 1993-1998, sekaligus meneruskan kiprah ayahnya.

Sempat mengembangkan sayap bisnisnya ke bidang trading, ia belakangan lebih dikenal karena ketertarikannya pada bisnis televisi dan media, dengan mengibarkan dua bendera, yakni Mahaka Media dan Alif.

Ia memulai bisnisnya di bidang media pada 1993 dengan mendirikan Grup Mahaka. Lalu pada 2001 membeli koran Republika, Jak TV dan beberapa radio seperti Gen FM, Delta FM dan Female Radio. Ia juga merupakan pemegang saham minoritas di TVOne.

Saat kuliah di Amerika anak dari Teddy Thohir (rekan William Soeryadjadja untuk mendirikan Astra Indonesia) ini sangat menyukai basket. Hobi inilah yang kemudian membawanya bergabung dalam konsorsium yang memiliki klub basket Amerika Serikat, Philadelphia 76ers, serta klub sepak bola di negara yang sama, DC United. Erick juga merupakan Presiden Federasi Basket di Asia Tenggara.

Menurut Massimo Moratti, yang kini memegang 30 persen sahamnya, Thohir ialah orang yang benar-benar bermaksud baik, memiliki karakter bijaksana dan dapat diandalkan untuk Inter Milan. (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *