3.500 KK di Bengkulu Tinggalkan Usaha Pertanian

Oleh Tgl: October 15, 2013
sawah

JAKARTA –  Selama sepuluh tahun terakhir setidaknya 3.500 rumah tangga yang mengandalkan kehidupannya dari sektor pertanian meninggalkan usaha itu beralih ke usaha lain yang dianggap menjanjikan.

Sementara secara nasional seperti yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah usaha pertanian di Indonesia pada Mei 2013 berdasarkan hasil sementara sensus pertanian mencapai 26,13 juta rumah tangga usaha pertanian.

“Jumlah tersebut menurun sebanyak 5,04 juta rumah tangga dari 31,17 juta rumah tangga pada sensus pertanian 2003, yang berarti rata-rata penurunan per tahun sebesar 1,75 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin di Jakarta, baru-baru ini.

Suryamin mengatakan hasil pencacahan, selain menunjukkan 26,13 juta rumah tangga usaha pertanian, juga memperlihatkan adanya usaha pertanian sebanyak 5,49 ribu perusahaan pertanian berbadan hukum dan 6,17 ribu usaha pertanian lainnya.

Ia menambahkan provinsi yang memiliki jumlah rumah tangga usaha pertanian terbanyak adalah Jawa Timur 4,98 juta rumah tangga, Jawa Tengah 4,29 juta rumah tangga dan Jawa Barat 3,06 juta rumah tangga.

“Sedangkan, provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah yang paling sedikit jumlah rumah tangga usaha pertaniannya, yaitu sebanyak 12,3 ribu rumah tangga,” kata Suryamin.

Secara absolut, penurunan terbesar rumah tangga usaha pertanian berasal dari Jawa Tengah yaitu 1,5 juta usaha dan penurunan paling sedikit adalah Bengkulu yaitu 3,5 ribu usaha, selama sepuluh tahun terakhir.

Berdasarkan hasil pencacahan sensus yang dilakukan pada Mei 2013, komposisi jumlah rumah tangga usaha pertanian masih dominan berada di Jawa yaitu sebesar 51,38 persen dan luar Jawa sebesar 48,62 persen.

Suryamin menambahkan, jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum terbanyak berlokasi di Jawa Barat yaitu 695 perusahaan dan paling sedikit berada di Sulawesi Barat sebanyak 23 perusahaan.

Sedangkan usaha pertanian lainnya paling banyak terdapat di Jawa Timur yaitu sebanyak 921 unit usaha dan paling sedikit di Kepulauan Riau yaitu hanya sebanyak 10 unit usaha.

Usaha pertanian merupakan kegiatan yang menghasilkan produk pertanian dengan tujuan sebagian atas seluruh hasil produksi dijual dan ditukar atas risiko usaha. Usaha pertanian meliputi usaha tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan, termasuk jasa pertanian.

Minat Bertani Rendah

Sementara itu sebelumnya, Gebernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengakui, minat warga Bengkulu untuk kembali bertanam dan meninggalkan pola hidup konsumtif masih rendah. Warga sudah telanjur hidup konsumtif.

Menurut Junaidi, sampai September 2013, sudah lebih dari 27 ribu hektare lahan pertanian produktif di Bengkulu, beralih fungsi menjadi perumahan dan industri.

Junaidi mengajak warga kembali ke kebun. Untuk itu, tambah dia, sudah lebih dari enam bulan ini, salah satunya warga Kelurahan Tes, Kecamatan Lebong Selatan, Lebong, diajak memanfaatkan pekarangan rumah menjadi areal produktif berisi sejumlah kebutuhan pokok.

Menurut dia, warga desa yang sebelumnya konsumtif kini mulai merasakan manfaat dari pemanfaatan pekarangan rumah yang mereka tanami cabai, daun bawang, hingga kol. Warga juga bisa menjual sebagian hasil tanaman ke pasar
Sebelumnya Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengakui, minat warga Bengkulu untuk kembali bertanam dan meninggalkan pola hidup konsumtif masih rendah. Warga sudah telanjur hidup konsumtif.(***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *