10 Tahun Mekar, Jalan Pasar Seluma Jadi Kubangan Air

Oleh Tgl: October 19, 2013
Jalan menuju Desa Pasar Seluma yang rusak parah dan digenangi air, tapi belum tersentuh anggaran. Doni/bengkuluonline.com

SELUMA – Pembangunan Kabupaten Seluma yang sudah berusia sepuluh tahun sejauh ini ternyata belum merata. Buktinya, selama itu pula, akses jalan menuju Desa Pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma, tempat dimana nama kabupaten ini diambil berada dalam kondisi memprihatinkan.

Saat Gubernur Provinsi Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd melewati jalan tersebut ini dalam kunjungan kerjanya, Jumat (18/10). Keadaan masih sangat memprihatinkan, bahkan semakin parah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Seluma Mufran Imron, SE yang juga mantan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Seluma, hanya bisa berkilah mengatakan jalan ini termasuk dalam link multiyears. Yang saat ini masih dalam sengketa penyelesaian lantaran anggaran dana proyek multiyears pada tahun 2013 tidak kembali dianggarkan.

DPRD Seluma beralasan, tidak dianggarkannya karena Perda Multiyears akan dicabut. Tapi menjelang berakhirnya tahun anggaran 2013, belum juga ada langkah konkrit lembaga eksekutif dan legislatif Serasan Seijoan untuk mencabut Perda tersebut.

“Jalan Pasar Seluma itukan link nya multiyears, masih berkasus, jadi belum bisa dianggarkan dananya,” singkat Mufran.

Kondisi bak kolam yang dipenuhi genangan air pada pada saat musim hujan. Padahal fungsi jalan sangatlah vital bagi warga setempat, selain sebagai jalan sentral produksi (JSP) dan jalan pendidikan, jalan ini merupakan satu-satunya akses menuju ibukota Kabupaten Seluma, yakni Kota Tais.

Warga yang mayoritas mata pencahariannya sebagai petani dan nelayan pasti menggunakan jalan ini untuk membawa hasil pertanian dan perkebunannya ke Kota Tais. Disebut jalan pendidikan karena akses menuju sekolah, khususnya siswa-siswi SMP dan SMA pasti melalui jalan ini.

Bahkan menjadi pemandangan yang tidak lazim apabila musim hujan datang, pelajar disini melepaskan sepatu dan menggulungkan celananya hingga paha kaki saat melalui jalan ini.

Warga setempat, khususnya warga Desa Pasar Seluma, Padang Genting, Padang Merbau dan desa lain yang melalui jalan ini kerap kali mengadu, menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah dan DPRD Kabupaten Seluma, berharap ada langkah konkrit yang dilakukan. (gUE)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *