1.500 Guru Tidak Tetap Tuntut Kesejahteraan

Oleh Tgl: October 8, 2013
guru-profesional

KARANG TINGGI – Sebanyak 1.500 Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) disinyalir belum sejahtera. Meski beban kerja setara dengan beban guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi mereka belum mendapat insentif bulanan tetap.

Salah satu guru GTT di Taba Penanjung, Leni Desika mengaku mereka masih mengharapkan dana BOS, khusus tingkat SD – SMP serta dana komite untuk tingkat SMA/SMK.

Leni mengharapkan pemerintah setempat responsif dan tanggap dengan nasib GTT. “Bahkan GTT tidak semestinya dipandang sebelah mata karena menjalankan tugas mengajar yang sama seperti PNS. GTT perlu dimakmurkan dari segi penghasilan bulanan. Pemerintah harusnya menambahkan insentif dari APBD,” terang Leni.

Ditambahkannya, selain menambah penghasilan bulanan, pengangkatan GTT menjadi CPNS juga harus diupayakan. Karena GTT benar-benar menjalankan tugas sebagimana mestinya serta jarang meninggalkan jam mengajar di sekolah. Karena itu hal seperti ini haruslah menjadi pertimbangan dari pemerintah untuk menyenangkan GTT.

“Ada yang sudah bertahun-tahun jadi guru honor atau GTT, tapi hingga sekarang tidak ada kejelasan kapan diangkat menjadi CPNS. Sedangkan kondisi seperti ini membuat GTT banyak yang bertanya-tanya,” ujar Leni.
Menurut Leni, dengan adanya rencana diangkatnya GTT menjadi CPNS bisa memberikan sebuah harapan pada GTT untuk tetap maksimal dan termotivasi melaksanakan tugas mengajar.

“Jika ada harapan diangkat menjadi PNS, maka dipastikan GTT akan melaksanakan lebih baik dan lebih maksimal lagi. Demi kebaikan dan harapan kesejahteraan GTT yang bertugas di Benteng,” demikian Leni. (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *