Warga Tuding Panitia Masjid “Masuk Angin”

Oleh Tgl: September 12, 2013
mesjid-tower

BENGKULU- Warga RT 2 dan RT 3 Kelurahan Anggut Dalam Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu, menuding panitia pembangunan Masjid Baitul Qudus, sudah “masuk angin”. sehingga mengambil keputusan untuk memberikan izin kepada PT Telkomsel, untuk membagunan tiang tower di teras masjid, selama 11 tahun dengan nilai kontrak Rp 275 juta.

“Masyarakat menuding panitia telah masuk angin karena telah menerima fee dari PT Telkosel,” ujar Ketua RT 03 Umran Husein kepada Jurnalis saat melakukan varifikasi faktual posisi bangunan tower PT Telkomsel di halam Masjid Baitul Qudus Rabu, (11/9).

Ditambahkannya, banyak warga yang tidak setuju dengan pendirian tower PT Telkomsel itu. Terutama yang rumahnya terkena radius dari tower tersebut. “Namun karena di duga sudah menerima fee besar dari PT Telkomsel, Ketua panitia pembangunan masjid memaksa untuk tetap mengizinkan PT Telkomsel mendirikan tower di teras masjid itu,” ungkapnya.

Umran juga mengatakan, jika bangunan tersebut tidak juga dihentikan, maka warga akan melakukan langkah hukum. “Karena proses yang dilakukan oleh panitia yang memalsukan indentitas warga akan kita laporkan ke pihak berwajib,” jelas Umran.

Semetara itu Warga RT 3 Hj. Suryati mengatakan, salah satu warga RT 3 yang tidak masuk radius dari tower itu, tetapi bersedia menanda tanggani dan memberikan foto Cofi KPT, mendapatkan imbalan uang Rp. 200 ribu.

“Bagi warga yang mau menandatangani persetujuan itu dan memberikan KTP-nya, mendapatkan sejumlah uang,” ujar Suryati, yang juga diakui Sri Raminah, yang mengaku menerima amplop tersebut,.

Selanjutnya, Suryani Menambahkan, Panitia masjid juga mengacam akan meminta ganti rugi 225 Juta kepada warga apabila proyek tersebut harus digagalkan oleh mereka, Keluhnya. Ditempat terpisah, penasihat panitia pembanguan masjid, Mahyudin, ST membatah kalau mereka memberikan amplop kepada warga yang bersedia memberikan KTP dan tanda tangannya.

“Semua yang dilakukan oleh panitia sudah sesuai dengan prosedur yang berlakukan dan memiliki izin dari Dinas Tata Kota dan dukungan dari warga,” ujar Mahyudin.

Mahyudin juga mengatakan, secara administrasi pembangunan itu sesuai dengan prosedural. Seperti izin dari Badan Perizinan Terpadu Kota Bengkulu, dengan no 5319/IPMB/RS/2013 tentang pembangun tower yang di tanda tanggani langsung oleh Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bengkulu Drs. H. Syafuddin, MM dan izin dari Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Kota Bengkulu. (cw7)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *