Sosok Veteran Sulaiman, Berharap Indonesia Terus Maju

Oleh Tgl: September 8, 2013
Veteran (3)

Jangan biarkan negara kita dijajah lagi, sebab masa penjajahan adalah masa yang paling pedih dan jika terus dijajah kita tidak akan bisa menikmati hidup seperti ini

Sulaiman

ILIR TALO – Sulaiman lahir 1 Januari 1963 silam di Desa Pasar Talo Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma. Sosok pejuang yang masih tampak gagah dengan pakaian khas pejuangnya ini berharap Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Seluma terus maju. Sehingga tidak ketinggalan dengan negara dan daerah lainnya.

JASA seorang veteran terkadang kerap terlupakan. Padahal mereka telah berjuang dan mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan Bangsa Indonesia. Seperti halnya Sulaiman, pria asli Pasar Talo ini pantas berbangga karena dirinya telah menjadi bagian dari pejuang yang memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI. Pria yang memiliki 1 orang istri dan 10 anak ini berharap perjuangannya dapat dilanjutkan generasi penerus bangsa.

Sulaiman yang sehari-hari menjaga kolam ikan lele di sekitar rumahnya ini sangat suka makan ikan lele. Dalam benaknya tidak terlepas bagaimana dirinya bersama pejuang lainnya beruang mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi. Setiap upacara kemerdekaan 17 Agustus, Sulaiman selalu diundang untuk mengenang perjuangan hidup mereka sewaktu zaman penjajahan.

Sulaiman yang sudah berumur 77 tahun, memiliki istri yang bernama Rosdiana dan memiliki 10 putra-putri merupakan anggota veteran yang masih hidup di Pasar Talo. “Tidak ada harapan yang muluk, kami yang hidup di masa penjajahan dan ikut berjuang, hanya berharap negara ini terus maju,” kata Sulaiman kepada Jurnalis bengkuluonline.com.

Kini Sulaiman sudah hidup tenang di usia senjanya. Bersama istri tercinta, Sulaiman menikmati hari tua dengan membuat kolam lele di sekitar rumahnya. Meski sudah berumur, namun semangat dan cinta tanah air selalu ditanamkan Sulaiman. “Jangan biarkan negara kita dijajah lagi, sebab masa penjajahan adalah masa yang paling pedih dan jika terus dijajah kita tidak akan bisa menikmati hidup seperti ini,” demikian Sulaiman. (cw10)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *