Sangat Menyayangkan Sikap PAN, Gubernur Bantah Hambat PAW

Oleh Tgl: September 27, 2013
Drs. Eko Agusrianto

Apapun yang menjadi keputusan Mendagri, kita sepakat akan menjalankannya. Lho sekarang baru mau dikonsultasikan sudah melakukan somasi, itu sangat disayangkan

Drs. Eko Agusrianto

BENGKULU – Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd sangat menyayangkan sikap PAN Kota Bengkulu yang telah melakukan somasi ke Polda Bengkulu. Penegasan ini disampaikan gubernur melalui Kadishubkominfo Provinsi Bengkulu Drs. Eko Agusrianto di Pers Room Pemprov Bengkulu.

“Kita sangat menyayangkan sikap PAN Kota sampai melakukan somasi ke Polda. Padahal kita tetap komitmen proses PAW akan tetap diproses dan tidak ada sedikitpun upaya menunda ataupun menghambat proses PAW tersebut,” kata Eko saat menggelar Konfrensi Pers Jumat (29/9).

Eko mengakui bahwa, calon Pergantian Antar Waktu (PAW) Ahmad Badawi Saluy yakni Indra Sukma telah memenuhi persyaratan. Hanya saja terdapat perbedaan penafsiran pemahaman terhadap Undang-Undang (UU) yang mengatur tentang PAW. Yakni PP Nomor 16 Tahun 2010 dan UU Nomor 2 Tahun 2011 terhadap gugatan yang dilakukan Badawi atas keputusan PAN .

Untuk itu, lanjut Eko, guna mengatasi hal itu tanggal 24 September 2013 lalu pihak PAN dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, yang dalam hal ini langsung dihadiri gubernur dan pejabat lainnya menggelar pertemuan sebuah pertemuan. Kemudian menghasilkan kesepakatan untuk sama-sama berkonsultasi ke Biro Hukum Mendagri mengenai pemahaman peraturan serta UU tersebut.

“Apapun yang menjadi keputusan Mendagri, kita sepakat akan menjalankannya. Lho sekarang baru mau dikonsultasikan sudah melakukan somasi, itu sangat disayangkan” tutur Eko.

Sebelumnya, Pemprov juga telah menyurati Pengadilan Negeri (PN) guna meminta penjelasan ketetapan hukum atas gugatan Ahmad Badawi. “Jadi apanya yang menghambat, kita sudah menjalankan proses PAW berdasarkan peraturan berlaku,” ungkapnya.

Jadi Eko menegaskan, ada 2 langkah yang akan dilakukan Pemprov untuk menindaklanjuti PAW tersebut. Pertama, menunggu hasil konsultasi biro hukum ke Mendagri. Kedua, menunggu keputusan PN tentang ketetapan hukum gugatan Ahmad Badawi.

“Seharusnya kita sama-sama harus saling memahami agar tidak ada persoalan. Sejak diterimanya berkas PAW dari Walikota, kita telah memprosesnya, jadi gubernur tidak pernah sama sekali menghambat proses PAW siapapun,” ujar Eko. (cw2)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *