PAN Disinyalir Melanggar Kesepakatan

Oleh Tgl: September 27, 2013
PAN150

Soal somasi itu hak mreka, yang jelas kita sudah merespon, memproses apa keinginan pihak PAN

Drs. Eko Agusrianto

BENGKULU – Buntut panjang proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Ahmad Badawi Saluy dengan Indra Sukma berujung memburuknya hubungan antar Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd dengan Partai Amanat Nasional (PAN) Bengkulu. Bahkan disinyalir PAN telah melanggar kesepakatan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dishubkominfo Provinsi Bengkulu Drs. Eko Agusrianto yang mewakili Gubernur saat menggelar konfrensi Pers Jumat siang (27/9). Menolak memberikan penilaiannya terhadap sikap PAN Kota Bengkulu. “Itu silahkan kawan-kawan yang menilai,” kata Eko kepada awak media massa.

Akan tetapi, sebelumnya diinformasikan oleh Eko, guna menyelesaikan polemik proses PAW. Telah ada pertemuan antara pihak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Bengkulu dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov), yang dalam hal ini langsung diwakili Gubernur dan sejumlah pejabat lainnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk sama-sama berkonsultasi kepada Biro Hukum Mendagri guna menyelesaikan polemik PAW. Apapun yang menjadi keputusan Mendagri nanti, harus dijalani Pemprov dan juga PAN. Tapi belum saja berkonsultasi, PAN justru telah mensomasi Gubernur ke Polda Bengkulu. Hal inilah yang semakin memperkeruh hubungan Junaidi dan PAN. Terlebih PAN disinyalir telah melanggar kesepakatan.

“Soal somasi itu hak mreka, yang jelas kita sudah merespon, memproses apa keinginan pihak PAN,” terang Eko.

Lantas apakah Gubernur bersedia apabila nanti harus memenuhi panggilan Polda terkait somasi ini. Eko menjelaskan, Pemprov akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Polda. “Kan tidak mesti juga Gubernur yang hadir, bisa Biro Pemerintahan atau Biro Hukum,” tutup Eko. (cw2)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *